logo


Kalahkan 5 Negara, Indonesia Duduki Peringkat Pertama Statistik Pertanian Tingkat ASEAN

Indikator penilaiannya sendiri mencakup tiga aspek

12 Agustus 2016 10:38 WIB

Petani menanam bibit padi.
Petani menanam bibit padi. gettyimages

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pada era Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ini, Kementerian Pertanian (Kementan) tidak hanya sukses menggenjot produksi pangan, melainkan juga bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) membangun metode dan sistem pendataan pangan secara lebih baik.

Hasilnya, Indonesia menduduki peringkat pertama dalam sistem pengelolaan data statistik pertanian di tingkat ASEAN, mengalahkan Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja dan Laos.

Manajer Lembaga Pendidikan, Promosi dan Pelayanan Informasi Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Korea (The Korea Agency of Education, Promotion and Information Service in Food, Agriculture, Forestry and Fisheries/EPIS), Mr. Sanghun Lee, dalam pertemuan rutin para Focal Point Asean Food Security Information Systems (AFSIS) di Bangkok pada tanggal 1-2 Agustus 2016 menyampaikan, penilaian tersebut dilakukan EPIS terhadap enam negara yang selama ini terlibat aktif dan bekerja sama mengembangkan sistem pengelolaan statistik pertanian di tingkat ASEAN.


Mentan Syahrul Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo

"Indikator penilaian mencakup tiga aspek, pertama pengembangan statistik pertanian, kedua, tingkat pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data secara online, ketiga, aspek penyajian hasilnya," ungkap Mr. Sanghun Lee, dalam keterangan tertulisnya kepada JITUNEWS.COM, Jumat (12/8).

Indonesia telah mengembangkan metode survei lebih dari 20 jenis statistik pertanian, pengumpulan data tidak hanya off line tetapi juga secara on line serta hasilnya disajikan secara transparan melalui website.

Negara Korea memberi apresiasi kepada kinerja Indonesia dan mendukung upaya-upaya pengembangan lebih lanjut pada masa mendatang. Selanjutnya, dia berharap agar kerja sama dapat ditingkatkan hingga tahun 2022.

FAO juga menilai Indonesia merupakan salah satu negara di kelompok G20 yang masuk ke dalam Green Group mengalahkan beberapa negara maju seperti China, Jepang, dan Korea dalam kontribusinya terhadap sharing data pangan untuk Sistem Informasi Pasar Komoditas Pertanian yang dikelola oleh FAO melalui Information Group Agricultural Market Information System (AMIS).

Untuk diketahui, penilaian tersebut dilakukan berdasarkan tingkat konsistensi dan kontinuitas penyajian dan peramalan data pangan.

Agar Distribusi Pupuk Lancar, Kementan Ingatkan Pemda Segera Percepat Realisasi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Riana