logo


PKB Intimidasi PDIP Cepat Tentukan Pilihan, Jika Tak Ingin Ditinggalkan

PDIP menjadi kunci penentu terkait pencalonan gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada Jakarta.

11 Agustus 2016 14:32 WIB

Daniel Johan.
Daniel Johan. JITUNEWS/Siprianus Jewarut

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koalisi Kekeluargaan terancam punah jika Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) enggan tegas hingga akhir Agustus mendatang. Adalah Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan, yang melontarkan hal tersebut.

Sejauh ini, PDIP menjadi kunci pencalonan gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Namun, meski menjadi bagian dari Koalisi Kekeluargaan, nyatanya PDIP juga belum dapat mengambil langkah tegas tentang calon yang bakal diusung.

"Dalam konteks koalisi, DPP memberikan keleluasaan kepada DPW untuk membangun komunikasi politik dengan parpol lain. Kalau peluang pecah sih pasti ada. Begini, jika PDIP sampai akhir bulan Agustus tidak ada kejelasan, saya rasa otomotis akan berubah formasi," papar Daniel kepada media, Kamis (11/8).


Soal Pilpres 2024, Politikus PDIP: Puan-Anies Sah-sah Saja, Bisa Prabowo-Puan

Daniel pun menyatakan bahwa mungkin saja nantinya PDIP bakal ditinggalkan oleh enam partai politik lainnya jika tetap saja tak tegas dalam menentukan pilihan. Daniel sempat menyinggung soal batas waktu pendaftaran yang kian mendesak.

"Menurut saya, sampai akhir bulan Agustus, kalau enggak, kan partai lain tidak mempunyai waktu untuk mematangkan calon lain yang bakal diusung," kata dia.

Politisi PKB itu lantas menyimpulkan, PDIP bakal ditinggalkan, lalu tinggal menunggu sikap Gerindra dan parpol lainnya.

"Artinya PDIP akan ditinggal, tinggal bagaimana Gerindra dengan yang lain. Mungkin akan berkomunikasi lagi untuk pencalonan Sandi (Sandiaga Uno)," ungkapnya menambahkan.

Puan Maharani Aktif Keliling Daerah, PDIP: Sembari Kenalkan Diri

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah
 
×
×