logo


NTT Jadi Pemasok TKI Ilegal Terbanyak

TKI ilegal itu dikirim ke luar negeri untuk bekerja sebagai pembantu

11 Agustus 2016 14:21 WIB

Ilustrasi Tenaga kerja Indonesia (TKI).
Ilustrasi Tenaga kerja Indonesia (TKI). Istimewa

KUPANG, JITUNEWS.COM- Staf Khusus Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Dedi Cahyanto, mengemukakan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu dari lima provinsi di Indonesia yang merupakan penyumbang terbanyak tenaga kerja ilegal yang berangkat ke luar negeri.

Selain NTT, provinsi lainnya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). "TKI ilegal itu dikirim tanpa dokumen resmi oleh calo dan PJTKI yang tidak bertanggung jawab," kata Dedi, Kamis (11/8), di Kupang, NTT.

Saat ini, terang Dedi, ada 1,3 juta TKI ilegal yang berada di luar negeri. Dari jumlah itu, setiap tahun sebanyak 19.000 TKI ilegal dideportasi ke tanah air.


Bobot Sapi dari NTT Bakal Dipulihkan, Berapa Lama?

Sekitar 60 persen TKI ilegal asal NTT yang berada di luar negeri bekerja sebagai pembantu atau tenaga tata laksana rumah tangga. “Rendahnya kualitas SDM dan faktor pendidikan menjadi peluang untuk merekrut TKW yang mau bekerja di luar negeri,” ujar Dedi.

Tak bisa dipungkiri bahwa pengiriman TKI ilegal menjadi modus tindak pidana perdagangan orang yang marak terjadi belakangan ini. Oleh karena itu, pemerintah harus memiliki strategi jangka menengah guna mengatasinya.

Misalnya, ujar Dedi, mendirikan layanan dokumen terpadu di 38 kabupaten dan kota di enam provinsi tersebut. “Hal itu harus dilakukan untuk meminimalisir rekrutmen TKI secara ilegal,” pungkas Dedi tegas.

 

Demi Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi Resmikan Bandara Komodo di NTT

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro