logo


Politisi PPP: Koalisi Kekeluargaan Pasti Bisa Bubar, Jika...

Asrul mengklaim, kriteria cagub DKI ideal versi Koalisi Kekeluargaan itu kini sedang dalam tahap pembahasan

11 Agustus 2016 04:00 WIB

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani.
Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani. dok. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta 2017, Nusron Wahid, beberapa waktu lalu sempat menyatakan keraguannya terhadap soliditas Koalisi Kekeluargaan yang dibangun 7 partai, yakni PDIP, Gerindra, PKB, PPP, PAN, PKS, dan Demokrat. 

"Saya melihat koalisi itu terbentuk, hanya karena emosi sesaat dan mereka mencoba melakukan simulasi. Tapi feeling saya enggak bakal utuh Koalisi Kekeluargaan itu," ungkap Nusron.

Terkait pernyataan Nusron itu, politisi PPP, Asrul Sani, pun angkat bicara.


Tim Penjaringan Jokowi Dibentuk, PPP Apresiasi

Menurut Asrul, meski Koalisi Kekeluargaan sampai saat ini memang belum menentukan calon Gubernur (cagub) yang akan diusung di Pilgub Jakarta 2017, namun bukan berarti koalisi ini dibentuk karena emosi sesaat.

"Kalau koalisi datang, kumpul lalu mendukung si A itu namanya emosi. Jadi, Nusron itu salah kalau koalisi kekeluargaan emosi, karena kita tidak bicara orang terlebih dahulu, tapi berbicara kriteria dulu," tukas Arsul di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/8).

Asrul mengklaim, kriteria cagub DKI ideal versi Koalisi Kekeluargaan itu kini sedang dalam tahap pembahasan.

"Ini kan masing-masing punya kriteria sendiri, ada yang sama dan beda. Setelah kriteria disampaikan, baru masing-masing mengajukan alternatif-alternatifnya walaupun di antara anggota koalisi ada preferensi juga, siapa nomor satu, siapa nomor dua," papar Asrul.

Namun, lanjut Asrul, jika akhirnya mitra koalisinya tak menemukan kesepahaman, ia pun ragu Koalisi Kekeluargaan bisa bertahan hingga jelang pendaftaran calon bulan September nanti. 

"Pasti juga bisa bubar, belum tentu pas menjelang pendaftaran masih tetap kokoh. Kalau ternyata Wagubnya tidak ada yang cocok, salah satunya gimana," pungkas Asrul.

Banyak Kader PPP Hengkang Ikut Yuzril, PPP: Itu Hak Kader

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×