logo


Pemerintah Gagalkan Penyelundupan Ilegal Insang Pari Manta

Pari Manta telah ditetapkan sebagai jenis ikan yang dilindungi oleh negara

11 November 2014 12:22 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aksi penyelundupan ilegal insang pari manta berhasil digagalkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Direktorat tersebut berhasil menggagalkan perdagangan ilegal insang pari di wilayah Kecamatan Pengambengan, Kabupaten Negara, Bali Sabtu (8/11).

Besarnya estimasi nilai ekonomi yang diselamatkan sekitar Rp. 175.100.000, sementara barang bukti yang disita berupa  103 kg insang kering pari manta atau setara dengan  ± 77ekor ikan pari manta dalam kondisi hidup. “Sebagai aksi nyata melindungi sumber daya kelautan dan perikanan, kami berhasil menggagalkan perdagangan spesies yang dilindungi yang merupakan kekayaan spesies karismatik dunia sekaligus menjadi warisan alam,” tegas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dalam siaran pers Selasa (11/11).

Susi kembali menegaskan bahwa, pari manta telah ditetapkan sebagai jenis ikan yang dilindungi oleh negara melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4/KEPMEN-KP/2014. Artinya, sejak tahun 2014 penangkapan dan perdagangan pari manta dan bagian-bagian tubuhnya merupakan kegiatan yang dilarang dan dapat dikenakan sanksi hukum.


Kelakar Menteri Susi, Sahur dan Buka Harus Makan Ikan, Jika Tidak Ditenggelamkan

Sebagai langkah nyata pengimplementasian regulasi perlindungan pari manta di tingkat lapangan, KKP melalui Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen. Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil telah menyiapkan buku pedoman pengenalan pari manta dan identifikasi insang kepada aparat pengawasan. Tak hanya itu, KKP juga terus menggiatkan sosialisasi di beberapa tempat yang menjadi pusat penangkapan dan perdagangan pari manta, termasuk di Bali, NTB, NTT, Sibolga, Jakarta, Cilacap dan Jawa Timur. “Kegiatan sosialisasi ini akan terus dilakukan sehingga semua stakeholders terkait, termasuk nelayan dan pedagangan mendapatkan informasi yang jelas tentang regulasi tersebut,” sambung Susi.

Pasalnya, keberadaan pari manta memiliki memiliki manfaat ekonomi yang besar. Sebab keelokan dan keindahan pari manta mampu menarik perhatian para wisatawan mancanegara dan lokal. Indonesia merupakan negara terbesar kedua tujuan kunjungan wisata penyelaman pari manta di dunia. Berdasarkan hasil kajian, wisata penyelaman pari manta di Nusa Penida, Komodo, Raja Ampat dan Sangalaki memiliki nilai ekonomi sekitar 245 Miliar/tahun.

Dengan demikian maka dapat dikatakan Pari Manta telah menjadi aset jasa kelautan lewat kegiatan pariwisata bahari. Contohnya, untuk daerah tujuan wisata bahari yang sudah berkembang seperti di Nusa Penida-Bali, 1 ekor pari manta dapat menyumbangkan nilai ekonomi sebesar 9,75 MILIAR selama hidupnya, angka ini jauh lebih besar bila dibandingkan jika pari manta dijual untuk kebutuhan konsumsi (insang dan daging) yang nilainya sekitar Rp 1 juta per ekornya.

 

Kebijakan Bursa Lelang GKR, ISW: Ini Bentuk Tata Niaga Gula yang Pro Rakyat

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin, Ali Hamid