logo


Poltekneg Batam Dukung Potensi Teknologi Nuklir di Indonesia

Kemenristekdikti sangat mendukung penuh pemanfaatan aplikasi teknologi nuklir

10 Agustus 2016 12:56 WIB

Seminar Nasional Teknologi Nuklir bertema "Peran Energi Nuklir dalam Pengembangan Industri Nasional dan Peningkatan Kapasitas SDM" di Politeknik Negeri Batam.
Seminar Nasional Teknologi Nuklir bertema "Peran Energi Nuklir dalam Pengembangan Industri Nasional dan Peningkatan Kapasitas SDM" di Politeknik Negeri Batam. ristekdikti.go.id

BATAM, JITUNEWS.COM– Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai institusi litbang yang bergerak di bidang nuklir, memiliki kewajiban dan tantangan untuk mempromosikan sains dan teknologi nuklir agar lebih diberdayakan dan dioptimalkan dalam beragam aspek kehidupan manusia.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, BATAN bersama dengan Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Pusat Teknologi & Keselamatan Reaktor Nuklir, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif, dan Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir, menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi Nuklir pada 4-5 Agustus 2016 lalu, di Auditorium Politeknik Negeri (Poltekneg) Batam.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Batam, Priyono Eko Sanyoto, berkomitmen untuk konsisten mendukung dan memaksimalkan potensi nuklir di Batam. “Mobil berjalan karena supir, reparasi mobil tentu memerlukan montir. Seminar nuklir segera berakhir, berkat nuklir semoga rakyat semakin tajir,” ujar Eko saat penutupan seminar.


Menristekdikti Minta Unisnu Terus Berinovasi

Menyambung sambutan Eko, Dirjen Sumber Daya Iptekdikti, Ali Ghufron Mukti, menilai bahwa peran anak muda sangat penting bagi pemanfaatan dan pengembangan teknologi nuklir di Indonesia. Sebab, teknologi informasi yang dewasa ini sudah menjadi candu bagi anak muda, harus dipandang sebagai kesempatan untuk terus mengembangkan inovasi-inovasi terbarukan dan mampu menciptakan sustainability di tanah air.

“Jika pemuda berdaya saing dan berkompetisi tinggi, maka itulah yang dapat meningkatkan pembangunan Indonesia dengan cepat. Jangan mau kalah dengan Negara lain. Kita semua harus melek teknologi,” kata Ghufron dengan semangat.

Sementara itu, menurut Kepala BATAN, Djarot Wisnubroto, Batam dipilih sebagai lokasi seminar nasional lantaran memiliki potensi yang ideal untuk pengembangan tekonlogi nuklir. Selain itu, Batam juga memiliki letak yang strategis dan mayoritas mahasiswa menyetujui adanya nuklir lewat jajak pendapat kecil yang dilakukan BATAN.

“Kalau kita sudah sampaikan kepada anak muda, maka akan berkesinambungan. Semoga dukungan tetap berlangsung dan kerjasama Poltekneg Batam dan BATAN untuk pengembangan nuklir dapat berjalan dengan baik,” harap Djarot.

Disambut dengan tepuk tangan meriah, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir, melalui perwakilannya, Hari Purwanto, berpesan kepada seluruh peserta seminar, dosen, hingga stakeholder terkait, bahwa Kemenristekdikti sangat mendukung penuh pemanfaatan aplikasi teknologi nuklir dalam rangka membangun bangsa Indonesia yang mandiri dan kuat.

“Pemanfaatan aplikasi ini tak hanya untuk aspek pertahanan dan keamanan Negara saja, namun juga akan terlihat dampaknya bagi seluruh kehidupan manusia, yaitu sektor pangan, kesehatan, industri, hingga pertanian,” ucap Hari.

Pada kesempatan itu, diadakan pula penandatanganan MoU antara Poltekneg Batam dengan Engineering Construction Industry Training Board (ECITB) dalam hal sertifikasi profesi untuk mendukung SDM atau tenaga nuklir di Poltekneg Batam yang terampil dan bersertifikasi internasional.

Menristekdikti Menantang Perguruan Tinggi untuk...

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro