logo


Peneliti Indonesia Bakal Terima Royalti Besar dan Bebas Biaya Pemeliharaan Paten

Ada kabar gembira bagi para peneliti di Indonesia. Kini para peneliti bakal mendapat royalti dari hasil penelitiannya yang cukup besar.

10 Agustus 2016 12:48 WIB

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan Badan Penelitian dan Pengembangan di hotel Best Western, Selasa (9/7).
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan Badan Penelitian dan Pengembangan di hotel Best Western, Selasa (9/7). ristekdikti.go.id

SOLO, JITUNEWS.COM - Ada kabar gembira bagi para peneliti di Indonesia. Kini para peneliti bakal mendapat royalti dari hasil penelitiannya yang cukup besar. Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan dan Undang-Undang Paten yang baru dikeluarkan oleh pemerintah.

Dengan adanya aturan baru tersebut royalti yang diterima peneliti akan lebih besar sekaligus menyejahterakan peneliti.

"Satu lagi terobosannya adalah, selama 5 tahun dibebaskan dari biaya pemeliharaan paten. Ini sangat luar biasa. Harus disosialisasikan," kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, di Solo, Selasa (9/8).


Kemenristekdikti Tingkatkan Kerja Sama Riset dengan Australia

Pada kesempatan tersebut, Nasir meminta agar para periset lebih giat lagi melakukan risetnya hingga inovasi, karena kini riset sudah berbasis output/hasil.

"Banyak masalah yang dihadapi. Terkait dengan riset, para peneliti seolah-olah mempertanggungjawabkan keuangannya lebih berat daripada penelitiannya. Ini harus diperbaiki. Tadinya berbasis aktivitas sekarang berbasis output atau hasil. Jadi para peneliti lebih fokus dalam risetnya," katanya.

Sementara itu, Menurut Dirjen Riset dan Pengembangan Kemristekdikti, M. Dimyati, peningkatan royalti hasil penelitian tersebut merupakan hadiah terbesar di tahun 2016 ini.

"Kita bersyukur bahwa beberapa aturan untuk riset dan inovasi sudah mulai terselesaikan. Bapak Menteri telah instruksikan kepada kami untuk melakukan reformasi riset dan pengembangan dan kita mulai menata beberapa Peraturan. Baru saja ditetapkan dan diundangkan antara lain PMK No. 106 tahun 2016, Permenristekdikti No.42 Tahun 2016 dan Undang-Undang Paten", ucap Dimyati.

 

Kemenristekdikti Siapkan Karya Inovasi Demi Sektor Pangan

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan