logo


Kemristekdikti Bikin Workshop Pengembangan STP Nasional 2016 di Solo

Forum Asosiasi Science Techno Park (STP) digelar di Solo Techno Park, pada tanggal 9 Agustus 2016. Acara tersebut mengambil tema "Strategi dan Implementasi Program Pembangunan dan Pengembangan STP Nasional".

10 Agustus 2016 11:57 WIB

Acara Forum Asosiasi STP.
Acara Forum Asosiasi STP. ristekdikti.go.id

SOLO, JITUNEWS.COM - Forum Asosiasi Science Techno Park (STP) digelar di Solo Techno Park, pada tanggal 9 Agustus 2016. Acara tersebut mengambil tema "Strategi dan Implementasi Program Pembangunan dan Pengembangan STP Nasional".

Tercatat, terdapat 150 peserta yang terdiri dari pengelola STP, PUI, Kementerian dan lembaga, Balitbang, serta hadir pula Prof. Siann Far Kung dari Taiwan sebagai penanggap.

STP di Indonesia diarahkan sebagai wahana hilirisasi IPTEK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah khususnya di luar Pulau Jawa melalui penyebaran pusat-pusat pertumbuhan dalam rangka pemerataan antar wilayah.


Peringati Hakteknas ke-21, Kemristekdikti Gelar Acara Jalan Sehat di Solo

Acara yang digelar dalam rangkaian peringatan Hakteknas ke-21 tersebut diawali dengan laporan hasil Workshop Pengembangan STP. Dari hasil Workshop Pengembangan STP, ada beberapa poin penting yang pantas didiskusikan seperti Indonesia belum mempunyai pengalaman dalam membangun STP sampai pada tahap mature.

Dalam acara tersebut, Presiden Asosiasi STP Indonesia, Wisnu Sardjono menyampaikan paparan berjudul "Kondisi Saat Ini dan Arah Kebijakan STP di Indonesia". Wisnu mengatakan, berdasarkan potensi dan kebijakan pengembangan Sumber Daya Alam dan industri nasional ke depan, maka program pengembangan STP di Indonesia diarahkan untuk mendukung sektor-sektor unggulan terkait, khususnya manufaktur, pertanian dan kelautan, dengan titik berat pada industri pengolahan berbasis agro (pertanian) serta perikanan dan kelautan.

Namun dalam peningkatan STP tersebut ditemukan juga beberapa kendala yang dihadapi oleh para pelaku. Kendala tersebut antara lain adalah minimnya ketersediaan tenaga ahli untuk mengoperasionalkan STP, hasil inovasi belum siap untuk dihilirisasi, pendanaan untuk operasional STP belum banyak yang di masukkan kedalam APBD.

Kemeriahan Peringatan Hakteknas ke-21 yang Digelar Kemristekdikti di Solo

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan
 
×
×