logo


Mendag Enggar Paparkan Lima Isu Strategis Komoditas Lada

Negara-negara produsen lada harus terus didorong memaksimalkan kontribusi sektor lada

8 Agustus 2016 19:29 WIB

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Jitunews/Siprianus Jewarut

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Enam negara anggota penghasil lada yang tergabung dalam International Pepper Community (IPC) berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama antar negara produsen dan konsumen guna menghadapi tantangan industri lada ke depan. Hal ini diamanatkan Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, saat membuka The 44th Session and Meetings of IPC di Jakarta, hari ini, Senin (8/8), di Jakarta.

“Rangkaian sidang tahunan IPC harus dapat memperkuat kerja sama antarnegara produsen lada dunia, serta menghasilkan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga lada dan situasi perdagangan lada yang bersifat berkelanjutan,” tegas Mendag Enggar, dalam kesempatan tersebut.

Di hadapan para delegasi, Mendag Enggar menyampaikan lima isu strategis yang perlu mendapat perhatian semua pihak. Pertama, negara-negara produsen lada harus terus didorong memaksimalkan kontribusi sektor lada dalam pembangunan, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produktivitas, diversifikasi dan nilai tambah, serta aspek pemasaran dalam rangka ekspansi pasar.


Mantap! Panen Jagung di Gunungkidul Berjalan Sukses

Kedua, keberlangsungan jangka panjang dan ketahanan sektor lada bergantung pada adanya riset-riset baru dan inovasi yang dapat menguatkan industri hulu dan hilir. Untuk itu, komite research and development IPC perlu meningkatkan kerja sama mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, sampai produksi, serta diversifikasi pemanfaatan lada secara global. Isu penting ketiga, yaitu kerja sama dan koordinasi seluruh stakeholder dalam menstabilkan harga.

Keempat, yang harus menjadi fokus IPC yaitu mengenai kualitas dan standar keamanan pangan. Hal ini sangat penting menjadi perhatian karena pasar sangat fokus pada keamanan dan standar sebagai acuan bagi industri pangan secara global, termasuk lada. Sedangkan isu kelima, ialah terkait perluasan keanggotaan IPC yang saat ini beranggotakan Brasil, India, Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, dan Viet Nam sebagai anggota tetap; serta Papua Nugini sebagai associate member.

“Jika IPC dapat merangkul lebih banyak negara anggota, maka akan memberikan sumber daya dan kapasitas yang lebih baik untuk mencapai tujuan IPC,” tukas Mendag Enggar.

Orasi Ilmiah, Edi Santoso Bicara Soal Pangan Lokal di Era Milenium

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro