logo


Faisal Basri: Konsep Holding BUMN Banyak Ngaconya!

Menteri BUMN, Rini Soemarno, berinisiatif melaksanakan program holding BUMN

6 Agustus 2016 19:00 WIB

Politikus dan ekonom Faisal Basri
Politikus dan ekonom Faisal Basri sidomi.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Konsep holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi yang digagas Kementerian BUMN, belum jelas dan perlu dibicarakan dengan banyak pihak. Sebelumnya, Menteri BUMN, Rini Soemarno, berinisiatif melaksanakan program holding agar BUMN di Indonesia seperti di Malaysia dan Singapura.

"Dalam konsep holding memang banyak ngaconya, ini rencana BUMN. Misalnya, ingin bank syariah BUMN konsolidasi. Padahal bank syariah BUMN share-nya hanya 20 persen dari total perbankan," ungkap Faisal, Sabtu (6/8), ketika ditemui dalam sebuah diskusi, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.

Seperti halnya holding Bank BUMN antara BRI dan Mandiri, menurut Faisal, seharusnya kedua Bank tersebut digabung sehingga nantinya kedua entitas tersebut bisa memiliki aset superbesar dan mampu mengumpulkan dana yang banyak. Dan masyarakat pun bisa mendapat bunga yang rendah.


Menteri Rini: 2016, Hanya Tiga BUMN Ini yang Mendapat Kucuran Modal

"Coba dilihat holding ini, mau bikin super holding, nggak jelas. Minta sama Ibu Rini rencana induknya ada tidak? Jangan setiap hari berubah terus, ngeri jalannya. Jadi bobrok ini," tegas Faisal.

Faisal menambahkan, rencana PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang ingin diakuisisi oleh PT Pertamina juga sangat tidak jelas. Pertamina yang notabenenya tidak go public dirasa tidak tepat bila mengakuisi PGN yang go public. Ini merupakan dua konsep yang berbeda.

"Jadi, Ibu Rini sangat tidak jelas konsepnya. PGN kan sudah go public, Pertamina tidak go public, tidak go public mengakuisisi yang go public, konsepnya mau dibawa kemana. Supaya apa? Tujuannya apa?" beber Faisal tegas.

Karena itu, terang Faisal, di tengah kondisi ekonomi global yang lesu, sinergi antar BUMN menjadi yang terpenting. Sinkronisasi antar usaha haruslah dilakukan perusahaan BUMN.

"Sekarang di bisnis yang penting itu sinergi dan sinkronisasi. Pertamina punya gas, PGN punya gas. Saat ini tidak sinkron yaa disinkronkan," pungkas Faisal.

Ini Alasan Menteri Rini Batalkan PMN ke 22 Perusahaan BUMN

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Christophorus Aji Saputro