logo


Tolak Cuti Kampanye, Ahok: Bisa Gak Mendagri Paksa Saya Cuti?

Ahok mengatakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tidak bisa memaksanya untuk melakukan cuti kampanye, karena dirinya telah dijamin UU

4 Agustus 2016 15:34 WIB

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tak ingin menyia-nyiakan waktu kerjanya selama tiga bulan untuk mengambil cuti guna melakukan kampanye pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Ahok meyakini bahwa jika tiga bulan waktu kerjanya digunakan untuk melakukan kampanye, itu hanya tindakan sia-sia. Ahok menilai, jika waktu tiga bulan tersebut digunakan untuk bekerja dan melakukan aktivitas sebagai gubernur maka banyak masyarakat yang mengapresiasi tindakan tersebut. Terlebih saat ini, dirinya tengah mengawasi pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017. Sehingga tidak perlu lagi dirinya melakukan kampanye.

"Lebih penting saya bekerja 3 bulan. Kamu mau sia-siakan 3 bulan? Minimal bulan Oktober orang akan melihat Jakarta berubah. Boleh gak saya gunakan hak saya untuk tidak cuti?" ungkap Ahok di Kantor Balai Kota Jakarta, Kamis (4/8).


Habiburokhman Minta KPU DKI Transparan dalam Memeriksa Kesehatan Jasmani dan Rohani Ahok

Menurutnya, tindakannya ini sudah dijamin oleh konstitusi yakni Undang-Undang (UU) tentang kinerja kepala daerah. Ahok mengatakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tidak dapat memaksanya untuk melakukan cuti kampanye, karena dirinya telah dijamin UU.

"Saya menghormati UU, saya bisa menjadi kepala daerah karena saya menghormati konstitusi. Bisa gak Mendagri paksa saya cuti? Saya dijamin UU, saya bekerja selama 60 bulan dari Wakil Gubernur sampai menjadi Gubernur.

Lebih lanjut dirinya mengharapkan, Mahkamah Konstitusi (MK) dapat segera menindaklanjuti uji materi yang diajukannya sebelum masa kampanye tiba.

"Saya harap MK segera memanggil saya untuk proses ini, karena tanggal 19 September sudah pendaftaran, bulan Oktober saya sudah harus cuti hampir 4 bulan. Ini masa susun anggaran," ujarnya.

Jokowi: Pak Ahok Uangnya Gede Tapi Nyimpennya Juga Gede

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Vicky Anggriawan