logo


Mahasiswa UNY Ubah Limbah Jamur Tiram Jadi Pupuk Organik, Seperti Apa?

Penelitian ini dimulai dengan menyediakan limbah media budidaya jamur tiram, kemudian menambahkan EM4

3 Agustus 2016 17:00 WIB

Tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Yashinta Devi, Muhammad Yulianto Budiono dan Reni Wiarti Muharom merubah Limbah Jamur Tiram Jadi Pupuk Organik.
Tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Yashinta Devi, Muhammad Yulianto Budiono dan Reni Wiarti Muharom merubah Limbah Jamur Tiram Jadi Pupuk Organik. dok. UNY

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jamur tiram merupakan golongan komoditi sayur-sayuran yang termasuk unggulan dan eksklusif. Melihat permintaannya yang tak kunjung surut, maka usaha budidayanya pun menjadi suatu bisnis yang menggiurkan. Namun sayangnya, budidaya jamur tersebut turut menimbulkan masalah, yakni limbah yang dihasilkan.

Hal tersebut mendorong tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yakni Yashinta Devi, Muhammad Yulianto Budiono, Reni Wiarti Muharomi dengan pembimbing Dr. Das Salirawati, MSi, tertantang untuk memanfaatkan limbah media jamur tiram sebagai pupuk organik dengan variasi konsentrasi Effective Microorganism (EM4).

Salah satu anggota tim, Devi, mengungkapkan, selama ini limbah budidaya jamur tiram sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pupuk organik.


Danrem 074/Warastratama Ajak MAsyarakat Tanam 5.000 Bibit Jambu Kristal

"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi pemberian Effective Microorganism (EM4) berpengaruh terhadap kualitas Organic Fertilizer dari limbah media jamur tiram, mengetahui variasi Organic Fertilizer dari limbah media jamur tiram yang sesuai dengan standar dari Kementerian Pertanian," papar Devi, seperti dilansir oleh laman UNY beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Devi menjelaskan, penelitian ini dimulai dengan menyediakan limbah media budidaya jamur tiram, kemudian menambahkan EM4. Komposisi EM4 ini bervariasi antara nol sampai 20 persen dari berat limbah media jamur tiram 150 kilogram.

"Pengomposan dilakukan pada minggu pertama sampai keempat. Setelah itu dilakukan uji kadar air, uji kadar Nitrogen menggunakan metode kjeldahl, uji kadar C Organik menggunakan metode walkey and black, dan suhu," tutur Devi.

Dari hasil penelitian dan pengujian yang sudah dilakukan, terlihat bahwa penambahan kadar EM4 15 persen merupakan variasi terbaik atau lebih mendekati standar.

 

Danrem 074 Warastratama Tanam 5.000 Bibit Sirsak Madu Bersama Masyarakat

Halaman: 
Penulis : Riana