logo


Jokowi: Menciptakan Toleransi Adalah Hal yang Sulit

Jokowi meyakini bahwa toleransi bisa terwujud secara perlahan

2 Agustus 2016 13:23 WIB

Presiden Jokowi Menerima Delegasi WIEF.
Presiden Jokowi Menerima Delegasi WIEF. setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Hari ini, Selasa, tanggal 2 Agustus 2016, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), membuka World Islamic Economic Forum atau Forum Ekonomi Islam Dunia ke-12 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Pada kesempatan itu, Jokowi menyinggung soal teror yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Aksi teror itu, kata Jokowi, menandakan situasi politik yang tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, Jokowi menekankan pentingnya toleransi, khususnya bagi negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim.

Jokowi pun mengakui bahwa untuk menciptakan toleransi merupakan hal yang sulit. Namun, ia meyakini hal tersebut bisa dilakukan secara perlahan.


Jokowi Singgung Pejabat Liburan ke Luar Negeri dan Pamer ke Sosmed

"Dibutuhkan toleransi untuk membuat keadaan lebih kondusif. Yang lebih penting namun paling sulit, kita harus bangun budaya terbuka. Kita bukan hanya menoleransi perbedaan, tapi secara tulus menghormati perbedaan," tegas Jokowi.

"Tidak ada jalan pintas, kita harus lakukan kerja sulit dan rumit," tukas Jokowi.

The 12th World Islamic Economic Forum (WIEF) di Jakarta kali ini dihadiri 18 Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Forum ini mempertemukan para pemimpin pemerintahan, pemimpin industri, akademisi, pakar daerah, profesional, dan manajer perusahaan untuk membahas peluang untuk kemitraan bisnis di dunia Muslim. Acara yang berlangsung dari tanggal 1-5 Agustus 2016 ini, berisi berbagai rangkaian diskusi dan seminar.

Sebut Pandemi Covid-19 Mereda, Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro