logo


Yuk Ketahui Teknik Jitu Budidaya Kakao!

Permintaan terhadap produk yang menggunakan bahan baku buah kakao cukup prospektif

10 November 2014 14:09 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bagi para penikmat cokelat, kakao tentu sudah tidak asing lagi. Rasanya yang selalu enak dan manis serta banyak manfaat merupakan salah satu daya tarik dari kakao/cokelat. Kakao bermanfaat untuk mencegah kanker, penurun tekanan darah, anti oksidan dan sebagainya. Tanaman kakao merupakan bahan baku cokelat yang dapat berbuah sepanjang tahun. Itulah sebabnya kenapa banyak petani tertarik membudidayakan tanaman kakao, salah satunya Ahmad Solihin.

Permintaan terhadap produk yang menggunakan bahan baku buah kakao, baik di pasar domestik maupun dunia masih cukup prospektif dan terus meningkat. Selain mudah ditangani, buah kakao juga mempunyai prospek bisnis cerah karena banyak peminatnya. Apalagi manfaat cokelat yang diolah dari buah kakao sangat beragam, sehingga berbagai olahan cokelat terus mengalami perkembangan. “Cokelat banyak diolah menjadi snack atau cokelat batang yang disukai oleh berbagai kalangan,” pungkas Ahmad.

Dikatakan Ahmad, kakao bisa ditanam di mana saja, namun lebih optimal dibudidayakan di daerah yang agak dingin. Di Indonesia, kakao lebih banyak ditanam di Sumatera, Jawa Timur dan Sulawesi. Tanaman kakao juga tahan segala jenis cuaca, karena dari beberapa daerah tersebut merupakan daerah gersang. Berikut tahapan budidaya kakao ala Ahmad Solihin:


Urban Farming, Solusi Jitu Ketahanan Pangan

Persiapan Lahan

Lahan dipersiapkan dengan membersihkan alang-alang dan gulma lainnya. Selanjutnya tanam tanaman pelindung seperti Lamtoro, Gleresidae dan Albazia. Tanaman ini ditanam setahun sebelum penanaman kakao dan pada tahun ketiga jumlah dikurangi hingga tinggal 1 pohon pelindung untuk 3 pohon kakao (perbandingan 1:3).

Penanaman

Ajir dibuat dari bambu tinggi 80 - 100 cm, kemudian pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran. Selanjutnya untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga diperoleh jarak tanam yang sama.

Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm pada akhir musim hujan, kemudian berikan pupuk kandang yang dicampur dengan tanah (1:1) ditambah pupuk TSP 1-5 gram per lubang.

Pada saat bibit kakao ditanam pohon naungan harus sudah tumbuh baik (berumur 1 tahun). Penanaman kakao dengan sistem tumpang sari tidak perlu naungan, misalnya tumpang sari dengan pohon kelapa.

Bibit dipindahkan ke lapangan setelah umur 4-5 bulan, sebaiknya pada akhir musim hujan. Jarak lubang/pohon dengan lubang lain sekitar 4 meter. Buat lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm, berikan pupuk kandang sebanyak 0,5-1 kg/lubang. Sebelum penanaman bibit dipastikan bahwa tanaman naungan sudah mempunyai tinggi tanaman sekitar 1-1,5 m.

Pemeliharaan Tanaman

Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon, selanjutnya buat lubang pupuk disekitar tanaman dengan cara dikoak (dibuat lubang memakai parit atau tangan sekitar 20 cm). Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk kemudian ditutup kembali. Tak hanya itu, Ahmad juga melakukan pemangkasan cabang ketika tinggi pohon sudah lebih dari 4-5 meter. Tujuannya untuk meningkatkan produktifitas hasil buah.

Pengendalian Hama/Penyakit

Untuk penyakit tanaman kakao, Ahmad mengemukakan bahwa hampir tidak ada penyakit yang menyerang bibit kakao. Sedangkan hama yang biasanya menyerang bibit adalah belalang dan kutu putih. Untuk mengatasi hal tersebut, Ahmad biasanya menyemprotnya dengan pestisida merek Curacron yang biasanya dilakukan minimal sebulan sekali. Dosis yang dianjurkan adalah 1 ml obat dicampur 2 liter air. Penyemprotan ditujukan pada bagian batang dan daun bibit kakao karena bagian itulah yang biasanya diserang oleh hama.

Panen

Buah kakao bisa dipanen setelah tanaman dipelihara selama 3 tahun. Buah yang sudah masak dipetik dengan menggunakan pisau atau gunting tanaman. Jumlah biji dalam buah antara 20-60 biji. Untuk mendapatkan 1 kg biji kakao kering (kadar air 8– 7 %) diperlukan sekitar 25-35 buah kakao.

Tingkat kematangan buah dapat dilihat dari perubahan warna buah, yaitu jika alur buah sudah berwarna kuning, maka tingkat kematangannya C, sedangkan jika alur dan punggung buah berubah kuning, tingkatannya B. Jika seluruh permukaan buah sudah berwarna kuning atau kuning tua, maka tingkat kematangannya adalah A dan A+.

 

 

Hore, Klon Baru Kakao Super Telah Lahir! Ini Dia...

Halaman: 
Penulis : Riana,