logo


Putri Pemulung Raih Cumlaude dari Unnes

Firna Larasanti sempat tak yakin bisa meneruskan pendidikan tinggi

29 Juli 2016 14:29 WIB

Rektor Unnes memberikan ucapan selamat kepada Firna Larasanti.
Rektor Unnes memberikan ucapan selamat kepada Firna Larasanti. Dok. Unnes

SEMARANG, JITUNEWS.COM- Kondisi ekonomi keluarga yang minim tak membuat Firna Larasanti berkecil hati meraih cita-cita. Terlahir dari keluarga pemulung, ia sempat tak yakin bisa meneruskan pendidikan tinggi. Namun berkat beasiswa Bidikmisi, ia bisa lulus dengan pedikat cumlaude dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Misianto, ayahnya, bekerja sebagai pemulung sejak tahun 1993. Setiap hari ia berkeliling dari kampung ke kampung mencari barang rongsokan. Hasilnya ia bawa pulang untuk dipilih oleh istri dan anak-anaknya.


Kemenristekdikti Targetkan UGM, IPB dan Unair Masuk 500 Kampus Terbaik Dunia

Firna sendiri tak ragu membantu orang tuanya. Di sela waktunya kuliah, ia sering keliling membeli buku bekas dan koran bekas dari teman-temannya untuk dijual kembali.

Dari hasil gotong royong sekeluarga itu, mereka bisa mendapatkan uang sekitar Rp 50.000,- per hari. Namun jumlah itupun tak pasti. “Kalau sedang sepi bisa di bawah itu, kalau sedang ramai bisa dapat lebih. Barang-barang rongsok begini kan harganya juga naik turun,” kata Misianto.

Misianto mengaku, dengan penghasilan itu ia kesulitan mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga dengan tiga anak ini. Jangankan untuk membiayai kuliah, kebutuhan yang lebih mendasar seperti tempat tinggal pun belum bisa ia penuhi dengan baik.

Hingga kini, keluarga ini masih tinggal di rumah papan berlantai tanah. Dinding rumahnya banyak berlubang sehingga harus ditambal dengan potongan triplek dan papan. Hanya tersedia tiga tempat tidur dalam rumah itu. Kamar satu dengan kamar lain hanya disekat papan dan kain.

Untuk membantu orang tua, Firna bekerja paruh waktu. Saat SMA ia bekerja paruh waktu sebagai penjaga toko. Ia juga pernah menjadi pelayan di rumah makan.

Kondisi itulah yang membuatnya sempat tidak yakin dapat melanjutkan pendidikan tinggi. Namun ibunya selalu menasehati bahwa semua hal dapat diwujudkan jika Tuhan menghendaki. “Kata ibu, kun fayakun. Saya berusaha sekeras mungkin supaya bisa kuliah dan meraih cita-cita,” kata gadis yang bercita-cita menjadi dosen itu.

Doa-doanya terkabul ketika ia diumumkan diterima di Program Studi Ilmu Politik Unnes pada 2012. Ia juga memperoleh beasiswa bidikmisi sehingga tidak perlu membayar uang kuliah sama sekali. Bahkan ia memperoleh uang saku Rp 600 ribu tiap bulan.

Firna semakin dekat dengan cita-citanya. Rabu (27/7) kemarin ia pun diwisuda oleh Rektor Unnes, Prof. Dr. Fathur Rokhman. Dia mengaku kelulusannya membuatnya sangat bangga sekaligus lega. Namun capaian itu tak membuatnya berpuas diri. Setelah diwisuda ia akan segera mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan master.

“Saya mau kuliah ilmu politik lagi. Kalau tidak ke UGM, saya pengin kuliah ke National University of Singapore,” kata Firna.

Potong Anggaran Belanjanya Tahun 2016, Kemristekdikti Alokasikan untuk Tambah Beasiswa

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex