logo


Memilih Indukan Jitu Buat Budidaya Gurame

Perbandingan induk pada kolam pemijahan jantan : betina adalah 1 : 3

10 November 2014 13:14 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

Pertanyaan

Saya ingin membudidayakan ikan gurame namun masih kesulitan dalam memilih indukan yang baik. Mohon penjelasannya bagaimana indukan yang baik untuk gurame tersebut?

Dian, Sukabumi


Bagaimana Prospek Pasar Kelapa Kopyor?

Jawaban :

Sebelum melangkah kepada teknik budidaya ikan gurami sebaiknya terlebih dahulu kita mengenal perbedaan antara ikan gurami jantan dan ikan gurami betina.

Ikan gurame jantan memiliki ciri-ciri terdapat benjolan di dahi, dasar sirip dada terang, tutup insang berwarna kekuning-kuningan dan sirip ekor rata.

Sementara untuk ciri-ciri ikan gurame betina memiliki ciri-ciri tidak terdapat benjolan di dahi, dasar sirip dada gelap, tutup insang berwarna putih kecoklatan dan sirip ekor melengkung

Nah, untuk kriteria indukan yang siap dipijahkan adalah untuk induk jantan sebaiknya yang telah berumur 2–2,5 tahun dengan berat 1 – 1,5 kg sedangkan untuk induk betina sebaiknya yang telah berumur 2,5 – 3 tahun dengan berat 1,5 – 2 kg. Induk yang baik adalah yang berwarna bersih dan cerah.

Kemudian untuk kolam proses pemijanan bisa berupa kolam semen atau kolam tanah. Kedalaman kolam minimal 1 m, kondisi air jernih dan tenang. Ph 7-8 dan untuk kolam tanah sebaiknya tidak berlumpur.
    
Perbandingan induk pada kolam pemijahan jantan : betina adalah 1 : 3. Satu induk jantan membutuhkan areal 20 – 30 m2. Sebagai gambaran untuk kolam 6m x 10m, diperlukan 3 ekor jantan dan 9 ekor betina.
    
Sebelum digunakan sebaiknya kolam dikeringkan dahulu, dibersihkan dari hama dengan cara pengapuran serta diperbaiki jangan sampai ada yang bocor. Persiapkan juga perlengkapan untuk membuat sarang bagi induk gurami seperti sosog/ keranjang plastik dan ijuk. Ijuk berfungsi untuk membuat sarang, sedangkan sosog atau keranjang plastik berfungsi untuk tempat meletakkan ijuk sebagai sarang.

Nah, setelah persiapan selesai, induk gurami dapat dilepas ke kolam pemijahan. Setelah 1-2 minggu induk gurami mulai bertelur di dalam sarang yang dibuatnya sendiri.

Wadah penetasan bisa berupa ember, corong atau akuarium. Pakailah alat yang mudah dipindah dan tidak mengandung bahan kimia.

Telur yang baik ditandai dengan warna yang jernih, apabila ada yang keruh segera buang agar tidak mengotori air media. Telur akan menetas kurang lebih selama 36 – 48 jam. Suhu yang baik untuk penetasan adalah 29 – 30 0C. Jangan lupa ganti air setiap hari sebanyak 30%.

Benih gurami akan habis kuning telur pada hari ke 12 (dari menetas). Pada saat itu benih gurami harus mulai disuplai makanan dari luar. Oleh karena itu pada hari ke 12 ini benih gurami dipindah ke kolam pendederan 1.
Kolam/ bak pendederan 1 tidak perlu luas 2 x 2 m atau 2 x 3 m sangat ideal untuk pendederan gurami. Sebelum digunakan bak/ kolam dikeringkan dulu, diberi kapur dan dipupuk dengan pupuk kandang (1kg/m2) untuk menumbuhkan pakan alami. Untuk mengantisipasi tumbuhnya jamur sebaiknya sebar kolam dengan garam grosok secukupnya.

Apabila fluktuasi suhu siang dan malam hari terlalu besar, bak perlu diberi tutup. Penebaran benih dilakukan setelah kolam tumbuh pakan alami. Penebaran dilakukan pada sore menjelang malam. Kedalaman air kolam 20 – 30 cm. Berikan makanan tambahan, bisa berupa ulat, telur semut merah atau cacing sutra. Lama pemeliharaan 15 – 18 hari.

Pembesaran
Kolam pembesaran ikan gurami sebaiknya dibuat relatif dalam. Kedalaman kolam minimal 1m, dengan genangan air yang tenang. Sebab ikan gurami tidak suka air yang alirannya deras.

Penyakit
Penyakit merupakan salah satu penyebab terjadinya gagal panen. Penyakit akan timbul sebagai akibat adanya ketidakseimbangan antara ikan, lingkungan dan mikroorganisme pathogen. Apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan maka akan menyebabkan terjadinya penurunan daya tahan, sehingga ikan mudah terserang penyakit. Oleh karena itu agar ikan peliharaan tidak terkena penyakit, sebagai pencegahan lakukan pemeliharaan sesuai petunjuk/ prosedur.

 

Cara Mudah Atasi Tetelo Pada Ayam dengan Daun Pepaya

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid