logo


Setnov Bantah Dirinya Temani Jokowi di Pilpres 2019

Setnov mengaku bahwa yang menjadi fokusnya hanyalah membaktikan diri terhadap partai.

27 Juli 2016 18:40 WIB

Bakal calon ketum Golkar Setya Novanto (tengah) saat menghadiri acara sosialisasi penyelenggaraan Munaslub Golkar, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/5/2016).
Bakal calon ketum Golkar Setya Novanto (tengah) saat menghadiri acara sosialisasi penyelenggaraan Munaslub Golkar, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/5/2016). JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Partai Golongan Karya (Golkar) sedang melaksanakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 27 hingga 28 Juli 2016. Terbentang spanduk dalam acara tersebut yang bertuliskan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Menariknya, dalam spanduk tersebut juga bertuliskan bawah Setya Novanto akan dipasangkan dengan Jokowi sebagai Cawapres pada 2019 mendatang dari Partai Golkar.

Adalah organisasi internal Golkar, AMPG dan MKGR yang diberi tugas untuk membuat spanduk dengan tulisan sedemikian yang terpajang di depan Balai Sidang Jakarta, Senayan, dalam acara Rapimnas I Partai Golkar 2016.


Ada Polisi di Kantor DPP Golkar, Mustafa Klarifikasi, "Berawal dari Bom Molotov..."

Tentang hal tersebut, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) membantah bahwa Rapimnas partai kuning dijadikan momentum untuk dirinya dipasangkan dengan Presiden Jokowi di Pilpres 2019.

"Enggak ada. Itu orang yang buat isu saja," ucap Setnov, Rabu (27/7).

Ia mengaku bahwa yang menjadi fokusnya hanyalah membaktikan diri terhadap partai. Sehingga tak sedikitpun ada hasrat baginya berandai-andai bisa menjadi calon wakil presiden pada Pilpres.

"Yang penting adalah membaktikan diri untuk kepentingan partai supaya besar," katanya.

Sementara itu, terkait hubungannya dengan partai lain dia mengaku masih baik-baik saja. Karena sudah seharusnya sebagai pimpinan partai dia memiliki hubungan baik dengan berbagai partai politik.

"Baik. Apalagi jadi ketua partai tentu kita harus berhubungan baik dengan parpol-parpol lain," pungkasnya.

Aburizal Bakrie: "Kalau Golkar Pecah Maka yang Akan Bertepuk Tangan Adalah..."

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah