logo


Antisipasi La Nina, Kementan Optimalkan Pemanfaatan Saluran Irigasi

Selain perbaikan pada saluran irigasi yang besar, pihaknya yang didukung oleh jajaran TNI dan para petani sudah melakukan langkah cepat dengan membersihkan saluran irigasi sekunder

25 Juli 2016 17:33 WIB

Perbaikan saluran irigasi di Bangka Selatan.
Perbaikan saluran irigasi di Bangka Selatan. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Adanya La Nina yang yang mengancam sektor pertanian menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah dalam upaya peningkatan produktivitas di sektor pertanian.

Namun untuk di Jawa Barat sendiri, Ketua Tim Upaya Khusus (Upsus) Jawa Barat yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Pertanian (Kementan), Banun Harpini meyakini bahwa La Nina tersebut tidak akan menjadi ancaman yang berat bagi sektor pertanian di Jawa Barat.

"Kita sudah melakukan langkah perbaiki saluran irigasi, apa lagi pembangunan Jatigede sudah rampung dan sudah bisa beroperasi, jadi tidak ada yang ditakutkan," ujar Banun Harpini di Jakarta, Senin (25/7).


Tingkatkan Produksi Padi, Staff Ahli Kementan : Dimulai dari Tata Kelola Irigasi yang Baik

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa selain perbaikan pada saluran irigasi yang besar, pihaknya yang didukung oleh jajaran TNI dan para petani sudah melakukan langkah cepat dengan membersihkan saluran irigasi sekunder yang aliran airnya berasal dari bendungan Jatigede hingga Indramayu, supaya efektif untuk menampung air.

"Selain itu langkah panen cepat dan tanam cepat juga merupakan langkah strategis guna mencegah akan datangnya La Nina," katanya.

Namun, ia juga mengatakan bahwa langkah tanam cepat ini sedikit mengalami kendala karena budaya masyarakat yang selalu menganggap bahwa masa tanam pada bulan Mei dan Juni panenan pasti gagal.

"Mereka punya kepercayaan turun temurun bahwa tanam pada bulan Mei dan Juni panenan pasti gagal, jadi mereka bermalas-malasan pada bulan-bulan itu dan ini sudah menjadi kepercayaan mereka turun temurun," ujarnya.

Tetapi menurut Banun, anggapan tersebut ada benarnya, karena pada bulan Mei dan Juni sudah memasuki musim kering.

"Tetapi kita sudah mengantisipasi hal tersebut dengan mengoptimalkan saluran irigasi agar masyarakat bisa cepat tanam kembali. Kita juga ingin membuktikan kepada para petani bahwa bulan Mei dan Juni juga masih sangat cocok untuk melakukan tanam padi," katanya.

Gelar Rakor Pangan, Menko Darmin: Genjot Sistem Irigasi!

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan