logo


Pemerintah Sukses Tekan Penggunaan BBM Bersubsidi

Realisasi BBM subsidi hanya 6,6 juta KL dari pagu 16,19 juta KL

22 Juli 2016 15:45 WIB

Petugas SPBU mengisikan BBM jenis Dexlite ke mobil pengendara di SPBU Jakarta.
Petugas SPBU mengisikan BBM jenis Dexlite ke mobil pengendara di SPBU Jakarta. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi nasional hingga semester pertama tahun 2016 tak sampai 50 persen atau sekitar 6,6 juta Kilo Liter (KL) dari prediksi konsumsi BBM tahun ini sekitar 16,19 KL.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengatakan bahwa kondisi ini perlu disyukuri pemerintah, karena hal ini menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil melakukan kontrol terhadap penggunaan BBM bersubsidi.

"Realisasi BBM subsidi 6,6 juta KL dari pagu 16,19 juta KL. Berarti, kita bisa mengontrol penggunaan BBM subsidi sehingga bisa efisien," ungkap Wirat, Jumat (22/7), di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta.


Pertamina Pastikan Pendistribusian BBM Pada Arus Balik Lebaran Lancar

Selain itu, realisasi konsumsi BBM non subsidi pada semester pertama tahun 2016 mencapai 26,25 juta KL.‎ Sedangkan konsumsi LPG bersubsidi, hingga pertengahan tahun ini (2016) telah mencapai 2,885 juta metrik ton dari target konsumsi sebesar 6,25 juta metrik ton. Dan untuk LPG non subsidi, realisasi pada semester pertama mencapai 0,385 juta metrik ton.‎

"Konversi minyak ke LPG kita jalankan terus, ada ‎1,75 juta paket konversi untuk masyarakat," ujar Wirat.

Pertamina Optimis 2030 Produksi BBM Capai Dua Juta BPH

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Christophorus Aji Saputro