logo


Investasi Panas Bumi Capai US$ 15,9 M, Pertamina: Ini Tidak Main-main

Pertamina sangat siap dengan anggaran investasi untuk pengembangan panas bumi

20 Juli 2016 17:26 WIB

Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- PT Pertamina (Persero) memastikan tak akan main-main dengan investasi pengembangan panas bumi di tanah air. Hal itu dibuktikan dengan total dana yang habis mencapai US$ 15,9 miliar hingga tahun 2030.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengatakan, pihaknya saat ini tengah memetakan hasil produksi listrik dari 11 wilayah kerja (WK) panas bumi, yang telah digarap Pertamina.

"Ada 11 lapangan (WK), kita sudah memetakan berapa yang bisa kita produksi dalam satuan MW, untuk bisa dilaksanakan sampai tahun 2030," ungkap Wianda, Rabu (20/7), di Jakarta.


Ini Alasan Pertamina Luncurkan Pertamax Turbo

Wianda pun berharap, dengan pengembangan panas bumi yang maksimal, perseroannya dapat mencatatkan produksi listrik hingga 2.742 Mega Watt (MW) pada tahun 2030, atau naik 12 persen setiap tahunnya. "Harapannya, pada tahun 2030 total ada kenaikan 12 persen dan diharapkan juga produksinya 2.742 MW," ungkapnya.

Secara finansial, Wianda memastikan bahwa Pertamina sangat siap dengan anggaran investasi untuk pengembangan panas bumi. Apalagi dengan prediksi hingga US$ 15,9 miliar.

"Harapan kami, kita fokus kembangkan geothermal sebagai bagian bisnis Pertamina. Kita komit untuk bisa investasi US$ 15,9 miliar atau hampir Rp 200 triliun. Ini bukan angka investasi main-main," tukas Wianda.

Pertamina Catatkan Kenaikan Produksi di Semester I Hingga 12,5 Persen

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Christophorus Aji Saputro