logo


DPR Minta Prajurit TNI dan Polri Tingkatkan Teknik Pertempuran Melawan Teroris

TB Hasanuddin menilai penguasaan terhadap teknik-teknik bertempur harus dimiliki oleh seluruh aparat yang terlibat di dalam upaya pemberantasan teroris.

20 Juli 2016 12:33 WIB

Prajurit TNI AD menunjukan demo Yongmoodo dalam Peringatan HUT ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten, 5 Oktober 2015.
Prajurit TNI AD menunjukan demo Yongmoodo dalam Peringatan HUT ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten, 5 Oktober 2015. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menilai penguasaan terhadap teknik-teknik bertempur harus dimiliki oleh seluruh aparat yang terlibat di dalam upaya pemberantasan teroris. 

"Kalau kita lihat perburuan Santoso itu tidak cukup sehari dua hari, namun berbulan-bulan itu artinya model operasi teroris sudah berubah dan tidak seperti di negara-negara lain yang cenderung melakukan teroris seperti peperangan kota. Teroris di Indonesia lebih memilih peperangan pertempuran di dalam hutan. Sehingga menurut kami, penguasaan terhadap teknik-teknik bertempur harus dimiliki oleh seluruh aparat yang terlibat di dalam upaya pemberantasan teroris." ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (20/7).

Menurutnya kenapa aparat Indonesia khususnya yang terlibat dalam penangan teroris harus meningkatkan teknik bertempur, hal ini dikarenakan seluruh wilayah Indonesia harus tercover dan harus tetap dalam pengawasan sehingga diperlukan kemampuan untuk mengawasi daerah-daerah yang dianggap sebagai wilayah radikal tempat para teroris melakukan persembunyian dan melakukan pergerakannya.


Sebut Teroris Indonesia Dipengaruhi Perkembangan Global, BIN Deteksi Dini Kelompok yang Dekat Taliban

Selain itu Politisi PDI Perjuangan ini menilai pergerakan teroris di Indonesia tidak hanya terjadi di Poso namun sangat memungkinkan masih terjadi di hutan-hutan lain yang digunakan oleh teroris untuk melakukan pergerakannya.

"Kalau menurut kami barangkali bukan ada di Poso saja, model-model hutan yang bisa dipakai bersembunyi itu ada, nyatanya hutan UI di Depok saja pernah diketemukan senjata berarti di situ dipakai untuk persembunyiannya. Artinya di semua wilayah yang tidak terjangkau oleh kita, bisa dicurigai sebagai pangkal pergerakan para teroris," katanya.

Bersyukur Ali Kalora Berhasil Tertembak Mati, Panglima TNI: Namun Tetap Waspada Karena...

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan