logo


Pemerintah Akan Mempercepat Kenaikan Tarif Cukai Hasil Tembakau

Realisasi penerimaan CHT sepanjang paruh pertama tahun ini sebesar Rp 41,38 triliun atau 29,20 persen dari target APBNP 2016.

19 Juli 2016 15:47 WIB

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi di Kantor Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis 23 Juni 2016.
Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi di Kantor Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis 23 Juni 2016. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali memberi sinyal bahwa kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) akan dipercepat, menyusul kenaikan target penerimaan cukai hasil tembakau dalam APBNP 2016 menjadi sebesar Rp 141,7 triliun.

Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi, mengatakan bahwa percepatan penyesuaian CHT dilakukan untuk mengejar tambahan target penerimaan cukai hasil tembakau sebesar Rp. 1,79 triliun dalam APBNP 2016. Berkaca pada tahun 2015, penyesuaian tarif CHT diumumkan pada bulan Oktober 2015 dan tarif baru berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2016.

"Pada semester pertama tahun 2016, setoran cukai ke kas negara anjlok 27,26 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hanya menyumbang Rp 43,72 triliun. Hal itu sejalan dengan merosotnya pemasukan negara dari CHT," demikian kata Dirjen Bea Cukai di Jakarta, Selasa (19/7).


Kementan: Tak Ada lagi Impor Benih Jagung

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa untuk realisasi penerimaan CHT selama paruh pertama tahun ini sebesar Rp 41,38 triliun atau 29,20 persen dari target Rp 141,7 triliun di APBNP 2016.

"Angka ini turun 29,03 persen dari pencapaian periode yang sama tahun lalu, Rp 58,30 triliun," demikian katanya.

Ia juga menegaskan bahwa sampai saat ini belum jelas skema detil mengenai percepatan penyesuaian tarif cukai tembakau untuk tahun ini maupun dampaknya terhadap industri.

Untuk tahun lalu, Pemerintah menaikkan cukai rata-rata 11,19 persen dengan kenaikan tertinggi di segmen SPM sebesar 16,47 persen. Segmen SKM dan SKT juga mengalami kenaikan bervariasi, dengan segmen SKT mendapat kenaikan paling rendah.

Peran Pemuda Majukan Pertanian di Indonesia Makin Nyata

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah