logo


Cukai Tembakau Naik Lagi, Industri Keberatan

"Efeknya di Januari setoran kosong," demikian ucap Sekjen Masyarakat Industri Rokok Indonesia (FORMASI).

19 Juli 2016 15:24 WIB

Ilustrasi cukai rokok.
Ilustrasi cukai rokok. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Masyarakat Industri Rokok Indonesia (FORMASI) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Suhardjo, menegaskan kondisi industri rokok saat ini sedang sulit. Kondisi itu terjadi karena Kementerian Keuangan panik karena target pencapaian belum terpenuhi.

"Tapi kalau dinaikkan lagi dalam satu atau dua bulan ini akan membuat daya beli masyarakat menurun," demikian kata Suhardjo di Jakarta, Selasa (19/7).

Ia menambahkan, pertumbuhan industri saat ini masih stagnan dan agak kendur. Kondisi ini merupakan dampak dari pemberlakuan PMK 20 yang mewajibkan industri untuk membayarkan cukai di tahun berjalan.


Kementan: Tak Ada lagi Impor Benih Jagung

"Efeknya pada bulan Januari setoran kosong," demikian katanya.

Suhardjo menambahkan, volume produksi jika dilihat secara grafik belum terpenuhi. Ia berharap, agar pemerintah jangan terlalu menekan industri. Pasalnya, langkah pemerintah saat ini yang akan menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) akan sangat memberatkan para pelaku di sektor industri tembakau.

Ia juga mengkhawatirkan langkah tersebut akan membuat maraknya penjual dan peredaran rokok ilegal di tanah air.

"Yang kita khawatirkan adalah kenaikan tarif cukai ini malah memperbanyak peredaran rokok ilegal di tanah air," tukasnya.

Peran Pemuda Majukan Pertanian di Indonesia Makin Nyata

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah