logo


Kesederhanaan Harus Diajarkan Sejak Dini pada Anak

Dalam hal ini, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mendukung anak agar memiliki nilai kesederhanaan

14 Juli 2016 15:21 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. net

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kesederhanaan merupakan nilai yang cukup penting diperkenalkan kepada anak. Agar anak dapat menyesuaikan diri dan tidak menjadi angkuh karena kemampuan finansial yang dimiliki orang tuanya. Dalam hal ini, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mendukung anak agar memiliki nilai kesederhanaan. Dikatakan oleh Farida Syahrani H, M.Psi, dalam kesederhanaan orang tua harus mengajarkan anak untuk tidak berlaku konsumtif dalam hidup. Mengajarkan anak untuk menabung dalam jumlah kecil hingga besar.

"Tabungan bisa direalisasikan lewat celengan atau membuatkan rekening anak di Bank. Ketiga, jika anak mulai merengek minta sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan, sebaiknya orang tua jangan langsung menyetujui permintaan anak. Ajarkan anak mengenai prioritas kebutuhan yang harus dipenuhi terlebih dulu. Dan arahkan anak untuk terus menabung jika ingin membeli atau mendapatkan sesuatu yang diinginkan," kata Farida kepada Jitunews di Kawasan Jakarta Pusat, Kamis (14/7).

Nilai kesederhanaan ini dapat diajarkan kepada anak sejak usia Taman Kanak-Kanak. Jika anak sudah terbiasa dari kecil, maka anak akan mengerti bahwa mencari uang merupakan hal yang tidak mudah dan dibutuhkan perjuangan. Sehingga anak menjadi mengerti bahwa pola hidup sederhana merupakan sesuatu yang sangat indah. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan misalnya membuat karya, keterampilan atau mainan dari barang-barang bekas. Luangkan waktu bersama anak untuk mengerjakan karya-karya tersebut. Selain mengasah kreativitas, hubungan anak dan orang tua menjadi akrab satu sama lain.


Asyik, Anak-anak di Jakarta Bisa Main Lego Gratis di RPTR Anak

"Memasuki usia remaja, anak akan berhadapan dengan pergaulan atau lingkungan sosial. Tidak menutup kemungkinan anak akan terpengaruh dengan lingkungan sosial yang menawarkan pola hidup glamor. Misalnya anak merasa malu karena tidak mempunyai gadget yang canggih seperti temannya. Di sini, orang tua harus terus membantu dan mengarahkan anak untuk menjaga nilai kesederhanaan. Komunikasi dua arah harus tetap dilakukan orang tua dan anak untuk mempertahankan prinsip anak kepada pandangan hidup yang sudah dimiliki," ujar Farida.

Prajurit TNI Gunakan Pendekatan Psikologi Bagi Anak-Anak Korban Konflik di Darfur

Halaman: 
Penulis : Suciati, Vicky Anggriawan