logo


WNI Disandera Abu Sayyaf, Fadli Zon: Pemerintah Gagal Amankan Wilayah Kedaulatannya

Fadli menilai pemerintah seharusnya memberikan travel warning di daerah tersebut

14 Juli 2016 06:15 WIB

Wakil Ketua DPR Fadli Zon.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, Menilai berulangnya penyanderaan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh kelompok radikal Abu Sayyaf dikarenakan politik luar negeri Indonesia belum maksimal dalam melakukan pengawasan dan pembelaan kepentingan nasional kepada masyarakat Indonesia.

"Jadi dalam kasus penyanderaan seperti ini maupun kasus di Laut Cina Selatan, saya kira kita dalam posisi yang pasif," ujar Fadli di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (13/7).

Menurut Fadli, penyanderaan WNI oleh kelompok Abu Sayyaf yang keempat kali ini menunjukan bahwa negara telah gagal dalam mengamankan wilayah kedaulatannya sendiri.


Vaksin Booster Jadi Syarat, Fadli Zon: Kenapa Mempersulit Mobilitas Rakyat?

"Ini sudah terjadi sampai ke empat kali. Saya kira ini menunjukan kegagalan kita dalam mengamankan wilayah kita," tutur Fadli.

Politisi Gerindra ini menilai pemerintah seharusnya memberikan travel warning di daerah tersebut. Diberikan sebuah penanda yang menyatakan perairan tersebut dikuasai oleh kelompok-kelompok tertentu apabila dilanggar maka dapat menimbulkan penyanderaan yang dapat mengancam jiwanya.

"Di sini adalah tugasnya pemerintah untuk memberikan satu mapping agar jangan dimasuki wilayah tersebut karena banyak bajak laut atau penyanderaan, atau memang harus atau wajib melewati wilayah itu dikawal oleh tentara atau polisi," tutup Fadli.

Wamenkumham Melengos Ditanya Kasus Ferdy Sambo, Fadli Zon: Tidak Bertanggung Jawab!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana