logo


Blok East Natuna Bisa Produksi Sebelum 2030

Kementerian ESDM akan melakukan pertemuan dengan Pertamina minggu ini untuk membahas sejumlah opsi.

12 Juli 2016 12:57 WIB

Dirjen Migas IGN Wiratmaja.
Dirjen Migas IGN Wiratmaja. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jika pengembangan Blok East Natuna berjalan lancar, produksi diharapkan bisa dimulai sebelum 2030.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wirtmaja Puja mengatakan, saat ini pihaknya tengah membahas segala opsi yang akan diberlakukan untuk pengembangan Blok East Natuna. Termasuk mengenai nilai keekonomiannya.

"Estimasi (produksi) saya belum bisa bilang. Semoga sebelum tahun 2030 ya," ungkap Wirat saat ditemui di acara halal bi halal Pertamina, di Jakarta, Selasa (12/7).


Lakukan Pengujian Biodiesel B40, Kementerian ESDM Targetkan Selesai Akhir 2020

Wirat mengaku, Kementerian ESDM akan melakukan pertemuan dengan Pertamina minggu ini untuk membahas sejumlah opsi tersebut. Upaya ini sebagai respon terhadap instruksi Presiden Joko Widodo yang menginginkan pengembangan Blok East Natuna dilakukan scepatnya.

"Itu yang kita bahas. Biaya pemisahnya kan cukup tinggi kan. Kita bahas nanti keekonomiannya. Kalau tidak ekonomis apa yang kita lakukan. Minggu ini kita rapatkan dengan Pertamina,"

Salah satu opsi yang santer terdengar yakni sistem split sliding scale. Dengan sistem ini, jika harga minyak dan gas atau produksi tinggi, maka Pemerintah akan mendapat bagian lebih besar. Sementara pada saat harga migas dan produksi rendah, maka Pemerintah akan sharing the pain atau bagi hasil Pemerintah akan menurun. Namun jika sebaliknya yang terjadi, maka bagian Pemerintah bisa mencapai 90%.

"Berbagai opsi sudah disiapkan karena cadangan besar dan strategis. Salah satu sliding scale," pungkasnya.

Optimis! Tahun 2030 Lifting Minyak Capai 1 Juta Barel Per Hari

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Syukron Fadillah