logo


Data Produksi Pangan Naik, Kementan: Stigma Ilmu Sarung ‘Tidak Berlaku Lagi’

Untuk diketahui, data ATAP BPS menyebutkan produksi padi tahun 2015 sebanyak 75,40 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 4,55 juta ton (6,42 persen) dibandingkan tahun 2014.

11 Juli 2016 14:45 WIB

Petani menanam bibit padi.
Petani menanam bibit padi. gettyimages

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, mengatakan bahwa langkah Kementan dalam mendongkrak produksi padi, jagung, kedelai di tahun 2015 tercapai. Ini dibuktikan dengan keluarnya Angka Tetap (ATAP) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Jumat (1/7) lalu.

Suwandi mengungkapkan bahwa dengan naiknya data ATAP BPS ini menunjukkan stigma ilmu sarung ‘tidak berlaku lagi’. Faktanya, di tahun 2015 terjadi kenaikan produksi pada ketiga komoditas yakni padi, jagung dan kedelai sekaligus dalam tahun yang sama.

"Selama ini ada anggapan kuat bahwa terjadi kompetisi tanam pada areal yang relatif sama, bila satu komoditas produksinya naik, maka produksi lainnya turun bak ilmu sarung," kata Suwandi di Jakarta, Senin (11/7).

Menurut Suwandi, dengan adanya fakta bahwa peningkatan produksi di sektor pangan bisa berjalan bersamaan, menepis semua anggapan yang mengatakan bahwa naiknya produksi di salah satu sektor pangan akan berirama dengan adanya penurunan pada sektor pangan yang lain.

“Hasil produksi pangan pada saat ini membuktikan bahwa kenaikan produksi pangan bisa kita capai secara bersamaan,”ujar Suwandi.

Lebih lanjut Suwandi mengatakan, kinerja produksi ini berkat kerja keras seluruh petani dan didukung oleh penyuluh, KTNA, dosen/mahasiswa, TNI, Pemda, Komisi IV DPR-RI dan unsur lainnya.

Program Upaya Khusus Menteri Pertanian seperti revisi Perpres 172/2014, penunjukan langsung pengadaan benih dan pupuk, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, bantuan alat mesin pertanian, bantuan benih unggul, pupuk, penanaman jajar legowo dan lainnya turut telah berdampak meningkatkan indeks pertanaman, luas tanam, luas panen dan produktivitas pangan.

Untuk diketahui, data ATAP BPS menyebutkan produksi padi tahun 2015 sebanyak 75,40 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 4,55 juta ton (6,42 persen) dibandingkan tahun 2014.


Kementan: Pupuk 2020 Cukup

Produksi jagung sebanyak 19,61 juta ton pipilan kering, naik 0,60 juta ton (3,18 persen) dibandingkan tahun 2014. Sementara, produksi kedelai sebanyak 963,18 ribu ton biji kering, naik 8,19 ribu ton (0,86 persen) dibandingkan tahun 2014.

 

Mentan Syahrul Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Riana