logo


KTNA: Kita Tingkatkan Produksi Pangan Lokal dan Tahan Laju Impor

Dengan gencarnya langkah peningkatan produksi di sektor pangan pada saat ini, dirinya sangat optimis bahwa tahun-tahun ke depan Indonesia tidak akan melakukan langkah impor pangan lagi.

11 Juli 2016 13:32 WIB

Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Nasional, Ir. H. Winarno Tohir dalam Diskusi Publik Jitunews di Typology Cafe, Jakarta.
Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Nasional, Ir. H. Winarno Tohir dalam Diskusi Publik Jitunews di Typology Cafe, Jakarta. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir, mengatakan bahwa sejumlah langkah cepat dan strategis yang dilakukan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan), pada saat ini perlu terus didukung.

Pasalnya, dengan adanya langkah peningkatan produksi pangan lokal saat ini maka akan menahan laju impor pangan. 

"Kita harus terus mendukung program pemerintah, karena upaya pemerintah pada saat ini meningkatkan produksi pangan dalam negeri yang pada akhirnya membendung laju impor pangan," kata Winarno dalam keterangan tertulisnya kepada JITUNEWS.COM, Senin (11/7).


Kementan: Pupuk 2020 Cukup

Lebih lanjut Winarno mengungkapkan bahwa dengan gencarnya langkah peningkatan produksi di sektor pangan pada saat ini, dirinya sangat optimis bahwa tahun-tahun ke depan Indonesia tidak akan melakukan langkah impor pangan lagi. 

"Dengan gencarnya program-program peningkatan produksi pangan, maka saya yakin Indonesia pada tahun depan dan seterusnya tidak perlu impor beras, jagung, cabai, bawang merah lagi. Bahkan sebagian komoditas ini malah sudah diekspor," ungkap Winarno. 

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini langkah impor produk kedelai terus menurun seiring dengan terus meningkatnya produksi di Tanah Air. Demikian halnya dengan produksi sektor pangan yang lain, seperti sapi contohnya. 

"Untuk impor produk kedelai akan menurun seiring dengan program peningkatan produksinya. Impor sapi bakalan atau daging sapi optimis akan semakin menurun karena program Inseminasi Buatan (IB), impor sapi indukan, Sentra Peternakan Rakyat (SPR), integrasi sapi sawit, dan pengendalian pemotongan sapi betina produktif," pungkas Winarno.

Mentan Syahrul Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Riana