logo


PDIP: Pelaku Sindikat Vaksin Palsu Sebaiknya Dihukum Mati

Pemerintah diminta segera mengumumkan hasil investigasi peredaran vaksin palsu, baik itu jenis vaksin, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan masyarakat yang digunakan baik oleh rumah sakit, klinik, dokter, tenaga kesehatan, petugas pengadaan, cakupan p

4 Juli 2016 17:30 WIB

Anggota Komisi II DPR, Arteria Dahlan.
Anggota Komisi II DPR, Arteria Dahlan. dok. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan, meminta kepada pemerintah untuk segera mengumumkan hasil investigasi terhadap peredaran vaksin palsu yang akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat Indonesia.

‎"Saya minta pemerintah segera mengumumkan hasil investigasi peredaran vaksin palsu, baik itu jenis vaksin, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan masyarakat yang digunakan baik oleh rumah sakit, klinik, dokter, tenaga kesehatan, petugas pengadaan, cakupan peredaran, maupun korban. Siapa saja yang telah menggunakan atau diberikan vaksin yang ternyata palsu tersebut untuk segera segera dan sedapat mungkin dilakukan upaya pemulihan," ujar Arteria di Jakarta, Senin (4/6).

Menurut Arteria, pelaku kejahatan vaksin palsu tidak pantas apabila dikenakan sanksi hukuman hanya 20 tahun penjara, mengingat perbuatan mereka ‎sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan, menghancurkan sumber daya manusia penerus masa depan bangsa.


Instalasi Gabion di Bundaran HI, PDIP: Orang Kampung pun Bisa Numpuk-numpuk Batu

"Perbuatan pelaku sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan, masa alasan komersial bisa mengalahkan nilai kemanusian," tegas Arteria.

Lebih lanjut Arteria mengatakan, permasalahan ini tidak sederhana dengan hanya menyatakan sebagai pelanggaran terhadap Undang-undang Kesehatan, Undang-undang Perlindungan Konsumen dan pencucian uang, namun permasalahan ini cukup serius dan extra ordinary crime.

"Ini serious and extra ordinary crime. Buat apa kita sekolahkan dan siapkan anak-anak terbaik bangsa kalau nantinya mereka rentan dengan penyakit, investasi negara terhadap rakyatnya di bidang pendidikan," tutur Arteria.

Oleh karenanya, ia meminta agar para pelaku sindikat vaksin palsu diberikan hukuman mati agar ada efek jera dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Fasilitas pelayan kesehatan kalau terbukti bersalah ya dicabut saja izinnya, direktur rumah sakitnya pun petugas pengadaan dan dokter serta tenaga kesehatan yang terbukti terlibat pidanakan saja seberat-beratnya kalau perlu dihukum mati. Pelaku pemalsu dan pengedar sudah jelas dihukum mati saja. Jadi jangan ragu dan saatnya kita bersikap," tutup Arteria.

PDIP Gelar Acara Kerja Bakti dengan Tema 'Bebas Sampah Bebas Resah'

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana