logo


Belum Komersil, Kajian Blok East Natuna Diperdalam

Pemerintah dan badan usaha tengah mengebut berbagai upaya untuk mempercepat pengembangan Blok East Natuna.

1 Juli 2016 13:26 WIB

Kilang minyak.
Kilang minyak. shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dianggap belum komersiil, kajian pengembangan Blok East Natuna di Kepulauan Riau masih terus diperdalam.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja, mengatakan, hingga kini Blok East Natuna memang belum kuat dari sisi komersiil.

Namun, PT Pertamina (Persero) bersama konsorsium lain seperti Exxon Mobile dan PTT Exploration and Production Pcl (PTTEP), masih melakukan penghitungan bagi hasil yang sesuai. Termasuk adanya opsi yang memaksa negara tidak menerima bagian dari kegiatan migas di Natuna.


HoA Transisi WK Rokan Diteken, Menteri ESDM: Milestone Jaga Produksi Migas Jangka Panjang

"Sisi komersial ini belum firm, yang ditugaskan Pertamina, konsorsium IRR masih dianalisis, harus ekonomis, split pemerintah, pemerintah siap gak splitnya nol agar bisa komersial. Juga tax holidaynya seperti apa dan kontraknya berapa tahun," ungkap Wirat di Jakarta, Kamis (30/6) malam.

Wirat melanjutkan, saat ini pemerintah dan badan usaha tengah menempuh berbagai upaya untuk mempercepat pengembangan Blok East Natuna. Hal ini merupakan reaksi aktif dari instruksi Presiden yang menginginkan penambangan Migas di Natuna segera dilakukan.

"Ini kita percepat. Kita lakukan berbagai upaya percepatan sesuai instruksi Presiden. Kita intensif ketemu Pertamina dan konsorsium migas dan SKK Migas, badan geologi dan badan litbang," jelasnya.

Pandemi Covid-19 Berlanjut, ICP September Turun ke USD37,43/Barel

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Syukron Fadillah