logo


Parcel BPK untuk Abdul Kadir Karding Dibantah Kedua Belah Pihak

Parcel tersebut salah satunya berisi smartphone bermerek Samsung.

1 Juli 2016 05:30 WIB

Politisi PKB ini membantah menerima parcel yang mana pengirimnya ialah BPK. BPk pun demikian tak merasa adad mengirimkan parcel untuk Abdul Kadir Karding.
Politisi PKB ini membantah menerima parcel yang mana pengirimnya ialah BPK. BPk pun demikian tak merasa adad mengirimkan parcel untuk Abdul Kadir Karding. istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gambar parcel beredar di media sosial yang ditujukan untuk politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, dibantah oleh yang bersangkutan. Seperti diketahui, dalam surat yang ada pada parsel tersebut tertulis, pengirimnya adalah lembaga negara bernama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Namun saat dikonfirmasi, Karding menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal parcel yang dimaksud. Parcel untuk Karding dikirim ke alamat apartemen Permata Hijau, namun dirinya mengklaim bahwa alamat tempatnya tinggal adalah di Kalibata.

"Saya lagi di Palu dan saya tidak dapat kabar soal itu. Lagian juga alamat saya di Kalibata. Jadi saya baru tahu dari sampean," ungkap Karding kepada media, Kamis (30/6) malam.


Anak Amien Rais Didorong Jadi Menteri, PKB: Aneh

Pada intinya Karding secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak tahu tentang parcel yang gambarnya beredar luas di media sosial. Karding lantas mengatakan bahwa sesungguhnya Presiden Joko Widodo telah mewanti-wanti agar tidak menerima bingkisan dalam bentuk apapun.

"Tapi asli saya tidak tahu dan belum dapat info. Di BPK saya hanya kenal Pak Harry Azhar karena dulu bareng di DPR. Karena saya di Komisi 3, mestinya nggak ada hubungan dengan BPK," ungkap Karding memberi penjelasan.

Ada pun isi parcel yang ditujukan kepada Karding ialah satu unit HP Samsung Galaxy Note 5 beserta barang pecah belah lainnya.

Agar mendapatkan penjelasan yang seimbang, pihak BPK juga dimintai keterangan. Jawabannya pun mirip, yakni pihak BPK tidak tahu-menahu soal parcel yang dimaksud. Hal itu disampaikan oleh Kepala Humas BPK, Yudi Ramdan, saat dikonfirmasi.

"Kami belum tahu, Mas," jawab Yudi.

Setelah semua membantah, parcel itu kini misterius, siapa pengirimnya? Dan mengapa menyasar ke alamat di apartemen? Memang menjadi teka-teki. Tak diketahui bagaimana kini nasib akhir parcel yang bikin ramai dan membuat orang banyak bertanya-tanya.

Muncul Isu Ahok Jadi Menteri, PKB: Nanti Malah Muncul Kegaduhan Lagi

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah
 
×
×