logo


Rekapitulasi KTP Dukungan Teman Ahok Tak Masuk Akal

"Bagi saya mempercayai rekapitulasi itu sama halnya berkhianat pada ilmu pengetahuan dan nalar saya," ucap Adian Napitupulu

30 Juni 2016 12:35 WIB

Papan replika KTP Teman Ahok.
Papan replika KTP Teman Ahok. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, menilai rekapitulasi KTP yang dilakukan Teman Ahok tidak masuk akal.

"Walau tidak percaya, tapi jujur saja, saya salut pada keberanian Teman Ahok untuk menganggap rakyat mudah dibodohi walau dengan cerita yang paling tidak masuk akal sekali pun seperti cerita rekapitulasi 1 juta KTP," ujarnya di Jakarta, hari Rabu malam (29/6).

Menurutnya, kenapa rekapitulasi KTP yang dilakukan Teman Ahok tidak masuk akal, karena jumlah relawan untuk rekapitulasi 140 orang, sedangkan rentang waktu rekapitulasi dimulai dari pukul 11 hingga pukul 18 berarti 7 jam dan KTP yang direkapitulasi sebanyak 1.000.000 KTP.


Dituding Sebarkan Paham Komunis, Hasto Kristiyanto Diadukan ke Polisi

"Sangat tidak masuk akal, mereka membutuhkan waktu rata- rata hanya 3,5 detik untuk memeriksa 1 KTP atau SIM dengan Formulir dukungan hingga mengisi input nama, nomor induk kependudukan, jenis kelamin dan alamat (RT, RW, Kelurahan, dan Kecamatan)" tuturnya.

Melihat penghitungan yang tidak masuk akal tersebut, Adian tidak mempercayai perhitungan rekapitulasi KTP yang dilakukan oleh Teman Ahok.

"Saya harus katakan bahwa saya tidak percaya. Bagi saya mempercayai rekapitulasi itu sama halnya berkhianat kepada ilmu pengetahuan dan nalar saya," tutupnya.

Di berbagai media, siang ini Teman Ahok menjelaskan bahwa mereka menggunakan 140 relawan untuk melakukan rekapitulasi satu juta KTP yang masuk. Rekapitulasi dilakukan selama tujuh jam, mulai pukul 11.00 WIB hingga 18.00 WIB

Menurut Teman Ahok, rekapitulasi tidak hanya menghitung, tetapi juga menyortir KTP ganda, mencocokkan antara KTP dan formulir dukungan. Kemudian diakhiri dengan memasukkan data pemilik KTP atau SIM, seperti nama, nomor induk kependudukan dan alamat.

PDIP Sayangkan Demokrat Mainkan Kartu Politik, Ini Kata Andi Arief

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex