logo


Tak Ada Motif Transaksi di Penangkapan Putu, Demokrat: Murni Hukum atau Motif Politik

Rachlan menuntut KPK untuk bisa menjelaskan secara jelas tentang penangkapan I Putu Sudiartana.

30 Juni 2016 08:47 WIB

Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik
Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik Tempo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tergesa-gesa dalam melakukan aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap politisi Partai Demokrat, I Putu Sudiartana.

Hal tersebut dinyatakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachlan Nashidik. Dalam jumpa pers yang digelar hari Rabu (29/6) malam, Rachlan tidak melihat satu poin pun dalam penjelasan KPK yang menyatakan bahwa Putu ditangkap melalui sebuah OTT.

"Kenapa secepat ini dilakukan penangkapan dan diberi status OTT, sementara tak ada transaksi saat penangkapan, dan bukti petunjuk berupa bukti transfer itu belum diselidiki," ucap Rachlan kepada media di Jakarta, Rabu (29/6) malam.


Fadli Zon: Zaman Pak SBY, Indonesia Jauh Lebih Demokratis

"Kalau seperti ini publik akan mempertanyakan apakah ini suatu tindakan hukum murni atau motif politik yang dilakukan oleh tangan tersembunyi," ungkapnya menambahkan.

Atas dasar itu pula, Rachlan menuntut KPK untuk dapat menjelaskan secara rinci penangkapan anggota Komisi III DPR asal Fraksi Demokrat itu.

Terlebih, politisi berkepala plontos itu berstatus sebagai anggota Komisi III, yang tidak mengurusi perihal pengerjaan proyek infrastruktur. Urusan infrastruktur lazimnya menjadi tupoksinya Komisi V.

"Agar publik tak menilai macam-macam, KPK harus dapat menjelaskan keterkaitan Putu yang bukan dari Komisi yang mengurus infrastruktur, terlebih Putu bukan berasal dari Sumatera Barat, tetapi dia tersangkut kasus proyek infrastruktur di Sumatera Barat," sebut Rachlan mengakhiri.

Tolak RUU HIP, AHY Sebut Bisa Munculkan Konflik dan Perpecahan

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex