logo


Pelaku Pengedar Vaksin Palsu Harus Dihukum Berat

Beredarnya vaksin palsu ini juga berkaitan dengan mahalnya harga obat dan vaksin di pasaran.

24 Juni 2016 19:30 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, berharap agar para pelaku sindikat penjualan vaksin palsu diberi tindakan hukum yang maksimal, mengingat perbuatan yang dilakukannya sangat membahayakan masyarakat.

"Bayangkan, vaksin ini kan untuk menangkal virus. Kalau palsu akan membuat orang yang berharap ada kesembuhan ternyata tidak. Vaksin apapun kan untuk menangkal itu. Kalau palsu tidak akan berdampak apapun. Ini suatu kejahatan yang sangat serius menurut saya" ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/4).

Politisi Gerindra ini mengimbau agar Kementerian Kesehatan memiliki sistem yang dapat memblokade penyebaran vaksin palsu tersebut. Selain itu, BPOM harus selektif dalam mengecek obat-obatan dan vaksin tersebut.

"Saya kira institusi terkait, apakah itu rumah sakit maupun institusi yang bertugas mengecek obat-obatan dan vaksin harus lebih selektif. Harusnya BPOM lebih selektif. Obat-obat dan vaksin palsu kan beredar bukan kali ini saja" tuturnya.

Dia juga menilai, beredarnya vaksin palsu ini berkaitan dengan tingginya harga obat dan vaksin di pasaran. Menurutnya, tingginya harga obat dan vaksin dijadikan moment oleh para pelaku untuk mencari keuntungan.

"Bisa saja karena obat mahal mereka bikin palsu, karena mereka mencari keuntungan kan. Tapi kalau obat itu murah atau generik, saya kira mereka malas memalsukan," tutupnya.

Seperti diketahui, Bareskrim Mabes Polri telah berhasil menangkap 10 tersangka sindikat penjualan vaksin palsu. Mereka terdiri atas 5 produsen, 2 kurir, 2 penjual dan 1 pencetak label. Selain 10 tersangka tersebut, di Subang juga ada 3 orang yang diduga bertugas mengedarkan vaksin palsu.

Puisi Fadli Zon Singgung Big Data, Ini Kata Jubir Luhut

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah