logo


Raup Omset Rp 308 Juta, Dari Usaha Roti Bakar Toblerone

Adit menggunakan cokelat merek SilverQueen atau Tobleron yang populer sebagai cokelat enak

5 November 2014 16:12 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menjamurnya pedagang Roti Bakar yang menawarkan ragam filling atau topping  yang variatif, membuat Aditya Tambunan tak mau ketinggalan. Namun, supaya tak terkesan mengekor, pria yang akrab disapa Adit ini berusaha melahirkan varian Roti Bakar yang lebih enak dan terkesan modern. Misalnya dalam sajian Roti Bakar Cokelat, bila dalam resep konvensional hanya menggunakan selai cokelat atau cokelat meises, maka Adit menggunakan cokelat merek SilverQueen atau Tobleron yang populer sebagai cokelat enak dan berkualitas.

Memulai usaha pada tanggal 5 Maret 2012 dengan nama Warung Nagih, Adit mengaku telah mengeluarkan modal awal sebesar Rp 20 juta yang digunakan untuk membeli bahan baku Rp 7 juta, perlengkapan Rp 2,8 juta, peralatan Rp 5 juta, sewa tempat sebesar Rp 3 juta per bulan, gerobak Rp 2 juta dan keperluan lainnya Rp 150 ribu.

Lokasi usaha yang dipilih Adit berada di pinggir Jl. Kapten Tendean Kav 41, Mampang Prapatan–Jakarta Selatan. Lokasi ini dianggap cukup strategis karena berada di area Sentra Kuliner Tendean yang jadi pusat jajan dan nongkrong anak-anak muda sejak sore hingga dini hari. Untuk membuat nyaman para pelanggan, Adit menyediakan fasilitas wifi, sehingga para pelanggan bisa berselancar di dunia maya.


Aneh dan Nyata, Inilah 3 Bisnis Tanpa Mengenakan Busana

Di awal penjualan, Adit tidak melakukan promosi khusus agar Warung Nagih ramai didatangi pelanggan. Ia hanya menggunakan metode klasik dari mulut ke mulut. Namun, pada akhir tahun 2012, Adit mulai memanfaatkan akses internet dengan membuat twitter yakni @Warung_Nagih. Karena rasa yang ditawarkan sesuai dengan tampilan foto yang dihadirkan, kian hari konsumen yang membanjiri Warung Nagih kian bertambah.

Walhasil, Adit pun selalu keteteran dibuatnya. Bahkan, tak sedikit pelanggan yang harus antri di depan pintu masuk, demi menikmati aneka varian menu yang ditawarkan Warung Nagih. Seperti Rotbar Silverqueen, Rotbar Tobleron, Rotbar Marshmallow, Rotbar Nutella, Rotbar Strawberry Western, Rotbar Cappucino, Rotbar Kiwi dan Rotbar Apel. Warung Nagih juga menawarkan berbagi menu lain seperti Pisang Bakar aneka topping, Roti Maryam aneka topping serta aneka minuman segar. Semua varain menu dijual dengan kisaran Rp 3.000 hingga Rp 19.000 per porsi.

Uniknya lagi, jika ada pelanggan yang menginginkan extra topping pada Roti Bakar dan Pisang Bakar, Adit juga menyediakan berbagai varian topping seperti Fruity Rainbow (cornflakes warna-warni), Keju Kraf, Meses Ceres, Oreo, Coco Crunch, Honey Star, Cornflakes, Choco Chip dan Kacang Morin. Masing-masing extra topping ditawarkan dengan kisaran Rp 2.000 sampai Rp 5.000 per item.

Dari berbagai macam menu Warung Nagih yang ditawarkan, Rotbar Marshmallow toping Keju Fruity Rainbow merupakan primadona pengunjung. Saat pesanan datang, permukaan dua lembar roti diolesi margarin dan ditaburi 2 sendok makan marshmallow. Margarin bukan hanya berfungsi untuk menambah rasa gurih, tapi juga membuat marshmallow menempel sempurna. Sehingga jika dibakar, marshmallow akan meleleh hingga keluar dari dalam roti.

Setelah itu, kedua lembaran roti ditangkup atau disatukan, lalu dijepit dengan capitan roti yang terbuat dari kawat. Kemudian, roti dibakar di atas bara arang batok selama 3 menit. Supaya makin terasa gurih, sesekali Adit melumuri roti dengan margarin, sambil dibolak-balik.

Setelah terlihat kecokelatan, RotBar Marshmallow dipotong-potong menjadi 10 bagian lalu disusun di atas piring saji. Kemudian dikucuri susu kental manis lalu ditaburi parutan keju Kraft dan fruity rainbow (sejenis cornflakes warna-warni. red) sebagai topping. Seporsi Rotbar Marshmallow Topping Keju Fruity Rainbow dijual dengan harga Rp 18.500.

Kepopuleran menu yang ditawarkan Warung Nagih memang tak perlu diragukan lagi. Di hari biasa saja, Adit mampu menjual 450 porsi Roti Bakar dan varian menu lain dengan pendapatan sebesar Rp 8,1 juta. Sedangkan saat akhir pekan penjualannya melonjak dua kali lipat dari hari biasa, dengan omset sebesar Rp 16,2 juta. Jika diakumulasikan dalam hitungan per bulan, omset Warung Nagih bisa mencapai Rp 308 juta. Keuntungan bersih yang mampu diraup Adit sebesar 52 % atau Rp 189 juta.

Selalu diantri para pelanggannya, menjadi sinyal jika semua varian menu yang ditawarkan Warung Nagih digemari para pecintanya. Hal itu pun mendorong Adit untuk terus mengembangkan dan meng-update menu yang ditawarkan Warung Nagih, sehingga para pelanggan semakin tertarik untuk datang dan mencicipi.

Supaya menjangkau para pelanggan yang datang dari berbagai wilayah di Jakarta, Tahun 2014 ini Adit berencana membuka tiga cabang sekaligus. Yakni di kawasan Bintaro-Tangerang, Pantai Indah Kapuk-Jakarta utara dan Fatmawati-Jakarta Selatan. Namun, saat ini Adit belum berniat mewaralabakan Warung Nagih. “Saya nggak mau gegabah bikin franchise terlalu cepat. Takutnya nggak siap malah jadi ambruk,” tutup Adit tersenyum.

 

7 Peluang Usaha Kekinian Paling Dicari dan Menguntungkan

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro, Hasballah