logo


Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Harap Target Cukai Rokok Tercapai

Pemerintah kembali berencana untuk menaikan target penerimaan cukai seperti tertulis dalam Nota Keuangan RAPBNP 2016 sebanyak Rp 1,6 triliun menjadi Rp 148.091,2 triliun

16 Juni 2016 15:59 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah kembali berencana untuk menaikkan target penerimaan cukai seperti tertuang dalam Nota Keuangan RAPBNP 2016, dari Rp 1,6 triliun menjadi Rp 148.091,2 triliun. Dari perubahan target RAPBNP 2016 ini, penerimaan cukai rokok dipatok sebesar Rp 141,7 triliun, atau Rp 1,9 triliun lebih tinggi daripada target APBN 2016 yakni sebesar Rp 139,8 triliun.

Menurut Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai, Sugeng Aprianto, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memang mengusulkan kenaikan target cukai rokok. Hal ini didasari optimisme Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bahwa akan ada lonjakan penerimaan cukai rokok di akhir tahun lantaran akan ada kenaikan tarif pada tahun 2017.

“Targetnya memang diusulkan naik, tapi tarifnya tetap. Kami harap ada lonjakan pembelian pita cukai di akhir tahun supaya target tercapai, walaupun saat ini volume produksi turun 0,6 – 0,8% year-on-year.” demikian kata Sugeng, di Jakarta, Kamis (16/6).


KNPT Minta Industri Rokok Patuhi Aturan Kesehatan

Walaupun pemerintah mengusulkan kenaikan target dalam RAPBNP 2016, pencapaian setoran cukai per Mei 2016 masih di bawah target, hanya mencapai Rp 28,2 triliun atau lebih rendah 35,7% daripada pencapaian tahun lalu pada periode yang sama yakni sebesar Rp 43,9 triliun. Penurunan realisasi setoran cukai disebabkan oleh kebijakan pemerintah menaikkan tarif cukai pada tahun 2016 sebesar 11,19%, yang mendorong pabrikan untuk memborong cukai di akhir tahun.

Sebelum pemerintah mengusulkan kenaikan target penerimaan cukai tembakau dalam RAPBNP 2016, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, sudah terlebih dahulu mengumumkan bahwa akan ada kenaikan tarif cukai untuk produk rokok pada tahun 2017. Kenaikan tarif cukai ini, menurut Bambang, terkait dengan upaya pemerintah untuk mengurangi konsumsi rokok masyarakat.

Industri Rokok, Antara Bisnis dan Kesehatan Masyarakat

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan