logo


Operasi Pasar Atasi Lonjakan Harga Pangan, DPR: Pemerintah Terlalu Reaktif

Pemerintah seharusnya lebih berpikir jangka panjang dalam menangani sektor pangan.

14 Juni 2016 13:20 WIB

Sejumlah pembeli mengantri saat Operasi Pasar.
Sejumlah pembeli mengantri saat Operasi Pasar. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Nasyit Umar, menilai bahwa operasi pasar (OP) yang dilakukan pemerintah saat ini menunjukkan sikap reaktif atas persoalan pangan.

"Dengan semakin gencarnya OP, pemerintah saat ini kan hanya mau menujukkan kepada publik sikap reaktif pemerintah, harga naik langsung dijawab dengan OP untuk menurunkan harga," demikian kata Muhammad Nasyit di bilangan Senayan, Jakarta, hari Selasa (14/6).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa langkah reaktif biasanya tidak akan mampu menyelesaikan masalah hingga ke akarnya.


Jaga Stabilitas Harga Bawang Merah dan Bawang Putih, Kementan 'Gercep' Lakukan Ini

"Cara pemerintah ini hanya mengatasi masalah di ujungnya tanpa melihat akar masalahnya seperti apa," demikian katanya.

Menurutnya, gencarnya OP yang dilakukan pemerintah pada saat ini, tidak menyentuh akar permasalahan di sektor pangan, karena, menurutnya, naiknya harga komoditas pangan di pasar pada saat ini lebih dikarenakan oleh ketersediaan pangan dalam negeri yang belum stabil.

"Kita lihat sajalah daging sapi, harganya sekarang lagi naik, itu karena stoknya lagi kurang, makanya pemerintah kembali membuka keran impor daging beku, demikian pula dengan sejumlah komoditas pangan lainnya," ujarnya.

Ia berharap agar pemerintah lebih berpikir jangka panjang dalam menangani sektor pangan. Pemerintah perlu meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan meningkatkan ketersediaan stok sapi dalam negeri.

"Saya yakin kalau ketersediaan pangan, stok sapi kita cukup, lonjakan harga tidak akan terjadi," tukasnya.

Kecewa dengan Program Swasembada Bawang, Komisi VI Minta KPK Turun Tangan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah