logo


Kementan Kerja Sama dengan FAO Tangani Rabies di Bali

Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan FAO untuk pengendalian kasus rabies di Provinsi Bali.

13 Juni 2016 08:00 WIB

Ilustrasi, rabies.
Ilustrasi, rabies. Shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan FAO untuk pengendalian kasus rabies di Provinsi Bali. Kerja sama tersebut tertuang dalam sebuah dokumen proyek yang diberi nama “Emergency Assistance to Rapidly Reduce the Increased Incidence of Rabies in Dogs and Reduce the Risk of Rabies in Humans in Bali” (TCP/INS/3504) yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Dr. Ir. Muladno, MSA dengan FAO Representative Indonesia Mr. Mark Smulders (10/6).

Penandatanganan dokumen proyek tersebut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementan di ruang kerjanya.

Proyek pengendalian rabies di Bali tersebut bersifat emergency (darurat), sehingga Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sepakat menjalin kerja sama dengan FAO dengan berbagai pertimbangan teknis.

Dirjen PKH mengatakan proyek ini merupakan kerja sama pemerintah pusat dengan pemerintah daerah Provinsi Bali, serta pemerintah Kabupaten / Kota se-Bali dalam program pemberantasan rabies di Bali. Pelaksanaan kegiatan pemberantasan rabies sebenarnya telah dilakukan secara bersama sejak terjadinya rabies di bali tahun 2008. Dokumen kerja sama tersebut disusun bersama antara Direktorat Kesehatan Hewan dengan FAO. Bantuan dimaksud merupakan bantuan teknis yang bersifat darurat dengan durasi pendek (1 tahun), sehingga perlu segera diimplementasikan.

“Kita telah tangani rabies sejak 2008 bersama dengan FAO, proyek ini sifatnya untuk darurat saja. Durasi kerja samanya sekitar 1 tahun”, ungkap Dirjen PKH.

Berdasarkan data dari dinas kesehatan Provinsi Bali dan data dari Dinas Peternakan Provinsi Bali bahwa sejak tahun 2008 – 2015, terdapat 163 orang meninggal karena rabies dan sebanyak 1.408 kasus positif rabies pada hewan di Bali. Pada tahun 2015 terdapat peningkatan kasus baik pada hewan dan manusianya itu tercatat 15 orang meninggal dan 529 kasus positif rabies pada hewan. Meningkatnya kasus pada tahun 2015 diakibatkan masih kurang efektifnya pemberantasan pada tahun 2014–2015.

Nikmati Kesegaran Susu Sapi Asli Desa Winong Boyolali

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan