logo


Pemerintah Bentuk Tim Lintas Sektor untuk Pangkas Rantai Pasokan Pangan

Untuk mengamankan pasokan, stabilisasi harga dan pengembangan rantai pasok yang efisien perlu sinergitas antar kementerian dan lembaga.

10 Juni 2016 19:15 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri), Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah) dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong (kanan) memberikan keterangan usai rapat kordinasi di Kementrian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/5/2016).
Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri), Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah) dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong (kanan) memberikan keterangan usai rapat kordinasi di Kementrian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/5/2016). JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah, AAGN Puspayoga; Menteri Perdagangan, Thomas Lembong; Menteri Perindustrian, Saleh Husin; Menteri Pertanian, Amran Sulaiman; serta Menteri BUMN Rini Soemarno bersepakat untuk membentuk tim stabilisasi harga pangan. Tim lintas kementerian ini dibentuk melalui rapat koordinasi di gedung Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (10/6).

"Kami bersama-sama Mendag, Menteri Perindustrian, Menkop bersama pejabat eselon satu dan dua membentuk tim stabilisasi harga pangan. Sehingga nanti tim ini terbentuk lengkap dan tim ini berjalan terus menerus. Tujuannya untuk memotong rantai pasok," kata Amran sesaat setelah melakukan rapat koordinasi lintas kementerian di Kantor Kementan, Jumat (10/6).

Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan, untuk mengamankan pasokan, stabilisasi harga dan pengembangan rantai pasok yang efisien perlu sinergitas antar kementerian dan lembaga. Kementan akan bertanggungjawab dalam penyediaan pasokan pangan melalui peningkatan produksi dan peningkatan kapasitas petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Sedangkan Kementerian BUMN melakukan pembinaan BUMN untuk meningkatkan stok dan operasi pasar.


Mafia Pangan Bikin Harga Daging Sapi Selangit, Oso: Jokowi Dirusak Menterinya

Sementara itu, Kementerian Perindustrian akan bertanggung jawab dalam pengembangan industri pangan primer dan olahan komoditas pangan serta koordinasi pelaku industri dan Kemendag akan mengatur distribusi pangan, mengendalikan harga dan rantai pasok pasar serta koordinasi dengan pelaku pasar untuk menjamin stabilitas harga. Sementara tugas Kemenkop UKM bertanggung jawab terhadap pengembangan kelembagaan koperasi.

"Jadi ini tidak bisa satu menteri saja tapi ini tanggung jawab bersama, kami sepakat harus bersinergi dan harus cair antar kementerian dari eselon satu sampai empat kita tidak boleh defensif, kalau ada kritikan kita anggap sebagai masukan yang positif, dan kita harus introspeksi, harus mengakui kelemahan kita masing-masing, tapi tidak ada saling menyalahkan masing-masing adalah tanggung jawab bersama," ujar Lembong.

Menteri Perindustrian Saleh Husin berharap, tim ini bisa bekerja efektif untuk memangkas rantai pasok makanan yang terlalu panjang sehingga harga di tingkat konsumen bisa lebih realistis.

"Ini yang kita akan rapat lagi secara maraton sampai sore. Ini bukan saja menghadapi bulan Ramadhan tapi akan seterusnya, dan saya kira pertemuan bersama empat menteri tambah BUMN ini masalahnya tata niaga pangan bisa diatasi secara baik demi kebaikan kita semua," kata dia.

Menkop UKM AAGN Puspayoga menambahkan, perlu dibangun sebuah sistem yang permanen untuk memangkas rantai pasokan pangan, sehingga dengan demikian stabilitas harga di pasaran bisa diwujudkan.

"Koperasi pasar yang sudah berpengalaman tinggal dimanfaatkan untuk menstabilkan harga pangan ini. Koperasi pasar siap untuk itu," tambah Puspayoga.

Jaga Kestabilan Harga Pangan, Pemerintah Eratkan Kerja Sama Lintas Kementerian

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan