logo


Ridwan Hisjam: Impor Rektor Bukan Berarti Tak Percaya Kualitas SDM Lokal

Hal tersebut dilakukan karena perguruan tinggi negeri dikendalikan oleh pemerintah baik dari anggaran dan subsidinya.

8 Juni 2016 15:52 WIB

Anggota Komisi X DPR RI Ridwan Hisjam.
Anggota Komisi X DPR RI Ridwan Hisjam. kabarparlemen.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam menilai impor Rektor dari luar negeri tidak ada kaitannya dengan tidak percayanya terhadap Sumber daya manusia yang ada di Indonesia.
 
"Ndak ada urusannya dengan percaya tidak percaya dengan SDM lokal. Ini masalah kualitas. Kalau kita bicara kualitas jangan dikaitkan dengan nasionalisme. Ini urusan ilmu, ilmu itu berlaku untuk dunia. Jadi dia beda" ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (8/6). 

Selain itu, ia menilai SK Mendiknas harus diubah menjadi SK Mendikti, sehingga 100 persen pemilihan rektor diatur oleh pemerintah, jadi tidak 35 persen hak Menteri dan 65 persen hak Senat seperti yang berlaku saat ini.

"Pasalnya SK Mendikti yang berlaku sekarang, pemilihan rektor 35% hak Menteri dan 65% hak Senat dalam pemilihan rektor. Itu tidak benar" ucapnya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena perguruan tinggi negeri dikendalikan oleh pemerintah baik anggaran maupun subsidinya, maka rektor posisinya seperti pejabat eselon satu yang diperintah langsung oleh menteri.

"Jadi dia tidak berdiri sendiri. Kalau dia berdiri sendiri terus bagaimana penanggung jawab keuangannya itu, karena dia kan unit kerja menteri riset dikti, Sehingga SK itu harus dirubah seratus persen ditentukan oleh menteri riset dikti" tuturnya.

Politisi Golkar ini menambahkan, dengan pemilihan rektor 35% hak menteri dan 65% hak senat justru akan membuat ketidakkompakan di dalam perguruan tinggi negeri tersebut.

"Jadi seperti partai politik, enggak terpilih tergusur. Makanya perguruan tinggi di Indonesia ndak maju-maju. Mereka berfikir bagaimana mengalahkan bukan bersaing menciptakan karya-karya atau penelitian-penelitian yang hebat" tukasnya.

Sudirman Said-Ida Fauziyah Ungguli Ganjar-Taj Yasin di Survei FSI

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah