logo


Wacana Tentang Impor Rektor Asing, Politisi Ini Mendukungnya

Politisi Golkar ini tak setuju apabila rektor impor langsung didudukan di suatu universitas tanpa seleksi.

8 Juni 2016 15:19 WIB

Anggota Komisi X DPR RI Ridwan Hisjam.
Anggota Komisi X DPR RI Ridwan Hisjam. dok. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam, mengungkapkan bahwa dirinya setuju dengan pernyataan Menristekdikti, Mohammad Nasir, yang akan mengimpor rektor asing untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

"Kalau saya setuju. Setujunya begini,sekarang sudah era-nya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), tetapi MEA itu tidak boleh menabrak peraturan perundang-undangan yang ada di negara kita" ujar Ridwan Hisjam di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (8/6).

Menurutnya, calon-calon rektor yang akan diimpor harus memenuhi persyaratan, karena Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jabatannya sama dengan eselon satu di kementerian, maka aturannya harus melalui proses lelang sesuai dengan perundang-undangan yaitu Undang-Undang Aparat Sipil Negara.

"Nah, silakan melalui proses itu. Kita bisa kok. Buktinya Dirjen Kemendikbud eselon satunya kebudayaan kan orang swasta. Boleh dan berhasil. Artinya memang dibuka," ujarnya.

Namun, Politisi Golkar ini tidak setuju apabila rektor-rektor impor tersebut langsung didudukkan di sebuah universitas tanpa melalui seleksi sesuai proses yang berlaku.

"Kalau diimpor dalam artian dari luar negeri langsung didudukkan, saya tidak setuju, tapi semuanya harus melalui proses sesuai Undang-Undang, yaitu melalui pansel, proses wawancara dan fit and proper test sampai ditentukan menjadi rektor," tutupnya.

GNPHI Tuntut Pemerintah segera Angkat Perawat Honorer jadi ASN

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah