logo


Alokasi APBN Program Kementerian ESDM Tengah Dibahas Banggar DPR

Pemerintah tengah merencanakan untuk memangkas besaran subsidi solar.

7 Juni 2016 09:21 WIB

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sudjatmiko.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sudjatmiko. JITUNEWS/Citra Fitri Mardiana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) dalam waktu dekat akan memutuskan pembagian alokasi program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan dijalankan beberapa tahun ke depan.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sujatmiko, mengatakan sampai saat ini Kementerian ESDM belum mengetahui persis alokasi untuk masing-masing program. Namun dirinya mengaku, dari informasi yang diperoleh, masing-masing program antara lain Dana Ketahanan Energi (DKE), Program Indonesia Terang (PIT), dan Strategic Petroleum Reserve (SPR) akan memperoleh jatah Rp 800 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"PIT, DKE, SPR, sudah mulai dibahas di Banggar. Ada info awal, Rp 800 miliar DKE, dan Rp 800 miliar SPR. Tapi kita belum tahu persis seberapanya. Minggu-minggu ini Banggar akan putuskan," ungkap Sujatmiko di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/6).


Optimis! Tahun 2030 Lifting Minyak Capai 1 Juta Barel Per Hari

Seperti diketahui, pemerintah tengah merencanakan untuk memangkas besaran subsidi solar yang tadinya sekitar Rp 1.000 per liter menjadi Rp 350 per liter. Sujatmiko mengaku, pengalihan subsidi ini akan diarahkan untuk program-program lain yang lebih tepat sasaran seperti PIT, DKE, dan SPR.

Menurutnya, usulan tersebut kemungkinan besar akan disetujui. Pasalnya, dari tiga asumsi penentu penetapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti kurs dolar, harga minyak dunia, dan inflasi, sudah memenuhi syarat bila pemerintah hendak memangkas besaran subsidi.

"Kalau saya sih yakin keuangan akan setuju, dia sudah lihat datanya. Asumsinya, harga dolar, MOPS (patokan harga BBM/ Mean of Plats Singapore) harga minyak juga mengarah ke US$ 40-50 per barel. Itu juga memberikan sinyal," jelasnya.

HoA Transisi WK Rokan Diteken, Menteri ESDM: Milestone Jaga Produksi Migas Jangka Panjang

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Syukron Fadillah
 
×
×