logo


Membuat Sendiri Pakan Ayam Pedaging

Untuk olahannya terdapat tiga bentuk pakan yaitu tepung, crumble (butiran pecah), dan pelet.

6 Juni 2016 14:27 WIB

Ilustrasi, peternakan ayam.
Ilustrasi, peternakan ayam. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Banyak cara yang dapat dilakukan peternak ayam, terutama peternak ayam ras untuk dapat membuat pakan secara mandiri. Berikut ini tips untuk membuat pakan ayam seperti dikutip oleh Majalah Sinar Tani.

Untuk permulaan sediakan jagung 60 kg, bekatul 2 kg, tepung gaplek 2 kg, tepung ikan 13,5 kg, tepung darah 3 kg, kedelai 7 kg, bungkil kelapa 5 kg, tepung daun pepaya 2 kg, bungkil biji kapuk 1 kg, tepung bulu unggas 4 kg , premix 0,5 kg.

Sedangkan untuk finisher (penutup), sediakan jagung 50 kg, bekatul 7 kg, sorgum 10 kg, tepung gaplek 5 kg, tepung ikan 3 kg, tepung darah 3 kg, kedelai 9 kg, bungkil kelapa 5 kg, bungkil biji kapuk 0,5 kg, tepung daun pepaya 2,5 kg, tepung bulu ayam 2,5 kg, minyak kelapa 1 kg , premix 0,5 kg .


Dari Kulit Kopi, Petani Desa Ini Ciptakan Pakan Ternak Berprotein Tinggi

Terdapat tiga bentuk pakan hasil olahan yaitu tepung, crumble (butiran pecah), dan pelet.

Bentuk tepung

Cara membuatnya sangat sederhana. Semua bahan digiling jadi tepung, lalu diaduk sampai rata dan siap disajikan. Namun pakan jenis ini tidak efektif karena karakter ayam yang tidak suka dengan pakan bertekstur tepung, sehingga banyak nutrisi yang tidak dikonsumsi.

Bentuk crumbles (butiran pecah)

Semua bahan digiling jadi tepung. Lalu diaduk hingga rata, setelah itu dikukus atau diuap dengan suhu antara 80-900C. Kemudian pakan diaduk dalam ayakan yang berlubang sambil ditekan, sehingga butiran berjatuhan. Jemur butiran itu hingga kering. Siap disajikan. Pakan jenis ini cukup efisien karena tidak banyak nutrisi yang terbuang.

Bentuk pelet

Caranya sama dengan crumble. Tetapi setelah penguapan, digiling menggunakan gilingan daging atau sambal, sehingga keluar dalam bentuk memanjang. Kemudian dipotong-potong dan dijemur sampai kering. Siap disajikan. Pakan jenis ini pun cukup efisien.

Untuk menghindari pakan yang cepat rusak dan tengik karena udara yang lembab, sebaiknya pakan diberi bahan pengawet. Misalnya BHA (Butiylated hydroxy anisol), BHT (Butylated Hydroxy toluen), Gropyl Gallate, Oktyl Gallate, Tokoferol, Etoksikusin yang biasanya dikemas dengan nama Antrasin, Toksomiks, Antoks dan sebagainya. Pemberian bahan pengawet sebaiknya tidak lebih dari 0,1% dari jumlah pakan.

Kabupaten Lingga Siapkan 100 Hektar Kebun Hijauan Pakan Indigofera

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Syukron Fadillah