logo


Empat Investor Korea Tertarik Bangun Amenitas dan Atraksi di Indonesia

Keempatnya adalah DW Development Co. Ltd, E&C, Lotte Group (Lotte World, Lotte Development), AJU Group, dan Teddy Bear Group

6 Juni 2016 09:58 WIB

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya (kiri) bersama Minister of Culture, Sports and Tourism of Republic of Korea H.E. Mr. Kim Jongdeok (kanan); menyaksikan penandatanganan MoU Investasi Pariwisata di Tanjung Lesung antara PT. Jababeka yang diwakili Presiden Direktur Tedjo Budianto Liman (tengah kiri) dan Direksi Daewoo Construction dalam seremoni MoU di National Museum of Modern and Contemporary Art (MMCA), Seoul.
Menteri Pariwisata RI Arief Yahya (kiri) bersama Minister of Culture, Sports and Tourism of Republic of Korea H.E. Mr. Kim Jongdeok (kanan); menyaksikan penandatanganan MoU Investasi Pariwisata di Tanjung Lesung antara PT. Jababeka yang diwakili Presiden Direktur Tedjo Budianto Liman (tengah kiri) dan Direksi Daewoo Construction dalam seremoni MoU di National Museum of Modern and Contemporary Art (MMCA), Seoul. Humas Kementerian Pariwisata

SEOUL, JITUNEWS.COM – Empat investor besar Korea terpikat untuk menanamkan modal di sektor pariwisata Indonesia. Keempatnya adalah DW Development Co. Ltd, E&C, Lotte Group (Lotte World, Lotte Development), AJU Group, dan Teddy Bear Group. Hal itu ditegaskan saat One on One Meeting dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Board Room Lantai 6 Conrad Hotel, Seoul, Korea, Kamis 2 Juni 2016.

“Mereka serius, akan mengembangkan amenitas dan juga atraksi man made di destinasi pariwisata kita,” ujar Menpar Arief Yahya, dalam keterangan tertulis ang diterima Jitunews, kemarin.

Jika dilihat dari sisi jumlah wisatawan mancanegara (wisman), Indonesia masih jauh dibandingkan Singapore (15 juta) Malaysia (25 juta), dan Thailand (30 juta). Tetapi potensi alam dan budaya Indonesia justru sebaliknya. Namun bagi Arief Yahya, potensi investasi di pariwisata di Indonesia sangat seksi.


Bak Negeri Dongeng, Indahnya Pemandangan Ladang Garam Terbesar di Dunia

“Justru karena performance kami masih 10,4 juta wisman. Di situlah peluang itu kelihatan nyata di depan mata. Opportunity-nya menjadi sangat besar,” sebut Arief Yahya.

Sementara itu, terkait DW Development Co Ltd, yang serius bakal bermitra untuk membangun Tanjung Lesung, Banten, Ketua Pokja Percepatan 10 Bali Baru, Hiramsyah Sambudhy Thaib menjelaskan potensi besar yang bakal booming 3-4 tahun ke depan.

“Tanjung Lesung jaraknya hanya 180 kilometer dari ibu kota Jakarta. Kini sedang proses pembangunan jalan tol dari Serang ke Panimbang, yang akan mempermudah dan mempercepat akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata seluas 1.500 hektare itu. Dari Jakarta-Tanjung Lesung bisa ditempuh jalan darat hanya 2 jam saja,” ujar Hiram, sosok yang kaya pengalaman di development dan pernah menjadi Ketua Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia itu.

DW Development sendiri dihadiri tim lengkap, Mr Sang Young Lee, Chairman of DWD, Mr Jasen Han, Presiden of DWD, Mr Lee Sang Park, Executive Director DWD, Park Sang Jin, Chef de Projet Oran Algerie DWD, Sang Rok Lee, Construction Executive dan Executive Director DWD.

“Kami sudah sering berkomunikasi via WA dengan Pak Setyono Djuandi Darmono-Jababeka. Kami siap untuk bermitra dengan Jababeka di bidang apa saja, dari soal infrastruktur, konstruksi, hotel dan resort, sampai pelabuhan dan bandara,” kata Sang Young Lee.

Rencananya, Jumat 3 Juni 2016, Tedjo Budianto Liman, Presdir Jababeka akan menandatangani MoU dengan DW Development Co Ltd, E&C itu, di depan Menpar Arief Yahya. Budianto Liman sendiri, menjelaskan bahwa KEK Tanjung Lesung sudah berdiri beberapa hotel, dari bintang 4-3 dan sedang dibangun padang golf yang baru beberapa holes yang jadi.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, saat ini jumlah ekspatriat Korea sudah terbesar di Indonesia, bahkan lebih banyak dari Jepang. Jumlahnya lebih dari 60 ribu orang, yang bekerja di perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia. Lokasinya, manufacturing Korea di bagian barat, dari Kawaraci sampai ke Serang, Provinsi Banten. Sedangkan Jepang berada di Cikarang, Bekasi, di bagian Timur.

“Jadi kalau DW Development ini masuk ke Tanjung Lesung, wilayah Barat, itu sudah betul,” ujar Menpar.

Perusahaan lain yang bertemu One on One adalah AJU Corporation, yang dihadiri oleh Presiden Mr Youn Byoung Eun, Chairman Mr Kyu-Young Moon, dan CEO Mr Yonnwhe Leo Moon. AJU adalah perusahaan yang juga bergerak di perhotelan, resort, konstruksi, engineering, financial services, real estate dan IT. Mereka sedang merencanakan pengembangan investasi di Indonesia, terutama amenitas hotel dan resort.

“Saat ini, baru tiga greater yang berkembang di pariwisata, yakni great Bali 40 persen, great Jakarta 30 persen dan great Kepri –Batam, Bintan—20 persen. Dari tiga lokasi itu saja sudah 90 persen wisatawan masuk,” kata Arief Yahya.

Tetapi, dengan 10 top destinasi itu, Arief Yahya menawarkan di semua lokasi yang ingin mereka kembangkan. Pihaknya menyiapkan semua data dan potensi daerah yang bisa dikembangkan. Semuanya masih sangat terbuka, dan semuanya akan berkembang, sejalan dengan keseriusan pemerintah dalam membangun akses di semua destinasi unggulan tersebut.

Ada juga calon investor yang tertarik membangun atraksi man made, yakni Teddy Bear Group. Mereka berminat mengulang sukses dengan Teddy Bear Museum yang sudah eksis di Jeju Island. Mereka ingin membangun Theme Park, Museum, dan Exhibition Center.

“Kami tertarik untuk membangun Theme Park di sekitar Jakarta, Bandung, Makasar, Jogja, Surabaya dan Bali. Di Jeju, setahun lebih dari 950 ribu pengunjung,” kata Mr Richey Kim, CEO Teddy Bear Group dan Mr Sungmoon, Yoon, Representative of Overseas Business Teddy Bear.

Teddy Bear Museum yang di Jeju sendiri dibuka sejak 24 April 2001. Isinya, apa saja tentang Teddy Bears, seperti galleries, museum, gift shop, café dan bisa diisi dengan sejarah dan budaya lokal.

“Di Indonesia juga bisa dikembangkan dengan cerita asli Indonesia, yang berbudaya Indonesia, tetapi menggunakan tokoh dan model Teddy Bear. Kami yakin ini akan menjadi atraksi yang menarik,” ucap Kim.

Wow! Kalahkan Phuket dan Dubai, Bali Menjadi Destinasi Wisata Favorit Nomor...

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah