logo


2015, Prospek Bisnis Ikan Hias Cerah

Di 2015, prospek ikan hias tetap cerah bahkan harga jualnya lebih stabil

5 November 2014 09:18 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Prospek bisnis ikan hias di tanah air semakin cerah. Hal ini dikarenakan banyaknya sentra usaha ikan hias bermunculan di berbagai tempat. Selain itu penggemar ikan hias juga semakin bertambah.

Ketua Komisi Ikan Hias Indonesia (KIHI) Sugiarto Budiono mengatakan, tren bisnis ikan hias selalu menunjukan tren positif dalam 5 tahun belakangan ini. Pebisnis ikan hias biasanya hanya memilih salah satu usaha saja misalnya usaha ikan hias air tawar atau usaha ikan hias air laut. "Namun bisa saja menjual keduanya," katanya.

Namun dari dua  usaha ikan hias tersebut, ikan hias air laut yang memiliki pesona tersendiri. Pasalnya tampilan ikan hias air laut lebih mencolok daripada ikan hias tawar. Sedangkan untuk perawatannya lebih mudah ikan hias air tawar karena untuk ikan hias air laut pebisnis harus menyediakan air laut  untuk mengganti aquarium.


Prospek Moncer, Tapi Produksinya Seret

Di 2015, prospek ikan hias tetap cerah. Karena harga jual ikan hias air tawar maupun ikan hias air laut lebih stabil. Bahkan jika ada ikan hias yang warnanya bagus akan dijual dengan harga yang tinggi.

Peneliti Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana, juga mengakui kalau Indonesia sudah menjadi psuat ikan hiass di Asean dan berada pada 3 besar negara eksportir ikan hias terbesar di dunia sehingga potensi tersebut harusnya  bisa dimanfaatkan lebih maksimal.

"Dahulu Singapura yang memimpin. Tapi sejak 2009 Indonesia mengubah ekspor dengan langsung menuju ke negara tujuan ekspor. Selebihnya Indonesia menjadi pusat ikan hias di Asean dan berada di posisi 3 besar dunia," katanya.

Indonesia berada di bawah Spanyol dan Jepang atau di atas Republik Ceko dan Malaysia. Meski demikian, agar greget bisnis ikan hias kian terasa maka, pemerintah perlu memberikan pembinaan teknis ikan hias. Beberapa kebijakan ekspor yang sekiranya masih menghambat  perlu ditinjau ulang. Misalnya kebijakan biaya pengiriman ekspor ikan hias. Biaya kargo yang tinggi dari maskapai penerbangan menyebabkan ikan hias Indonesia sulit mengirim langsung keluar negeri.

"Saat ini ekspor ikan hias Indonesia belum bisa seperti Singapura yang memiliki sewa khusus pesawat untuk mengirim ikan hias ke sejumlah negara impor. Pemerintah RI dan komunitas ikan hias semestinya punya solusi bersama terkait pesawat khusus tersebut," katanya.


Meski masih menemui beberapa kendala namun, sentra ikan hias sudah tersebar di beberapa tempat di Indonesia. Kepala Balai Litbang Budidaya Ikan Hias KKP Anjang Bangun Prasetio mengatakan saat ini Depok dan sejumlah kota di kawasan Indonesia Timur dibidik menjadi sentra produksi ikan hias laut dan tawar.

Kota Depok sudah menjadi sentra produksi ikan hias sejak lama. Keberhasilan Depok menjadi sentra produksi ikan hias dikarenakan munculnya banyak pembudidaya ikan hias di wilayah tersebut. Bahkan sudah mampu untuk mencukupi kebutuhan nasional dan ekspor.

Beberapa sentra produksi ikan hias di Depok adalah di kawasan Bojongsari, Sawangan dan Cimanggis. Kawasan tersebut juga telah banyak mengekspor hingga ke luar negeri terutama Asia, Amerika dan Eropa.

Selain Depok ada sentra produksi ikan hias antara lain di Belitung Timur, Jambi, Musi Banyuasin Sumatra Selatan, Raja Ampat dan Katingan Kalimantan Tengah. Adapun, ikan hias yang tengah dikembangkan antara lain Botia, Coral Reef dan Kardinal Banggai.

Saat ini pendapatan per kapita per tahun untuk ikan hias di Indonesia mencapai Rp50 juta. Adapun, produksi ikan hias di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tercatat pada 2013 produksi ikan hias mencapai 1.040 juta ekor atau meningkat dari 2012 sebesar 938 juta ekor.

 

Tahun 2015, Ujian Sektor Tambang Masih Berlanjut

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin, Ali Hamid