logo


Moekhlas Sidik: Bawang Merah Kita Surplus, Kenapa Harus Impor?

berdasarkan data yang dihimpun oleh DPP Partai Gerindra, ketersediaan bawang merah untuk periode Juni-Juli 2016 sebanyak 283 ribu ton, sedangkan permintaan pasar hanya 189 ribu ton.

2 Juni 2016 08:13 WIB

Pekerja menata bawang merah.
Pekerja menata bawang merah. Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Moekhlas Sidik, menilai rencana pemerintah yang ingin mengimpor sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah sangat tidak wajar.

Pasalnya, berdasarkan data yang dihimpun oleh DPP Partai Gerindra, ketersediaan bawang merah untuk periode Juni-Juli 2016 sebanyak 283 ribu ton, sedangkan permintaan pasar hanya 189 ribu ton.

"Itu artinya, stok bawang merah kita surplus. Lalu kenapa pemerintah memaksakan impor. Ini sangat tidak wajar," ujar Moekhlas di Jakarta, Senin (1/6) malam.


Menaikkan Produksi Pangan, Kunci Suksesnya Program Pemberantasan Kemiskinan

Menurut Moekhlas, pemerintah harus melakukan operasi pasar serta mengevaluasi dan mengawasi rantai distribusi untuk menekan harga pangan yang kian merangkak naik.

"Ada banyak cara selain impor, kenapa impor selalu diutamakan dan terkesan dipaksakan? Apa pemerintah dapat untung dari program impor tersebut," tutur Moekhlas.

Dalam hal ini, Moekhlas pun berharap pemerintah bisa konsisten dengan janji-janjinya yang akan menyejahterakan para petani dan menjaga kestabilan harga pangan. 

"Kita akan selalu awasi dan kritisi kebijakan pemerintah yang aneh dan terkesan mencari keuntungan semata. Ingat, ini negara bukan perusahaan, jadi jangan dikelola demi mencari keuntungan saja tetapi harus dikelola secara manusiawi," tegas Moekhlas.

Pengembangan Pertanian Berbasis Klaster Harus Menjadi Pilihan ke Depan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana