logo


Habib Rizieq: Jumat, FPI Akan Kepung Istana

Langkah tersebut dilakukan Rizieq untuk menuntut Presiden Joko Widodo agar tak meminta maaf terkait peristiwa 1965 dan memberi ruang bagi PKI

2 Juni 2016 05:00 WIB

Habib Rizieq Shibab.
Habib Rizieq Shibab. rmol

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq, menampik bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) telah bubar dan telah tiada di Indonesia. Menurutnya, saat ini ada indikasi-indikasi kebangkitan PKI di NKRI.

Karenanya, Rizieq mengatakan, pihaknya menolak kebangkitan PKI di Indonesia. Rizieq pun dengan tegas meminta pemerintah melakukan pembubaran terhadap kegiatan berbau PKI.

"Kami tidak peduli akan dianggap sebagai kelompok pelanggar hukum. Jelas ada Tap MPRS-nya. Kami akan bubarkan semua kegiatan PKI di seluruh Indonesia," ujar Rizieq dalam acara Simposium Nasional "Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain" di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/6/), dikutip dari Kompas.


Habib Rizieq Akan Buka Ijtimak Ulama IV

Rizieq menambahkan, FPI berencana melakukan apel siaga nasional anti-PKI. Selain itu, pihaknya juga berencana mengepung Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/6), seusai Simposium Anti-PKI selesai diselenggarakan.

Langkah tersebut dilakukan Rizieq untuk menuntut Presiden Joko Widodo agar tak meminta maaf terkait peristiwa 1965 dan memberi ruang bagi PKI.

"Kami akan kerahkan seluruh anggota FPI untuk mengepung Istana, untuk mengamankan Pancasila dan menolak kebangkitan PKI," tegas Rizieq.

Eks HTI Sebut Mandeknya Izin FPI Terkait Islamophobia

Halaman: 
Penulis : Riana