logo


Pentingnya Lakukan 3M untuk Cegah Penularan DBD dan Zika

Data Kemenkes sebut jumlah penderita DBD di seluruh 31 provinsi mencapai 48.905 orang

1 Juni 2016 23:21 WIB

Ilustrasi, bayi yang terjangkit virus zika.
Ilustrasi, bayi yang terjangkit virus zika. AP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua penderita DBD setelah Brazil. Bahkan menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2009-2011 jumlah kematian akibat DBD di Indonesia mencapai 1.125 kasus. Data tersebut sekaligus menempatkan Indonesia di Asia Tenggara sebagai negara tertinggi dalam kasus penyakit DBD.

Sedangkan menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2013, jumlah penderita DBD di seluruh 31 provinsi mencapai 48.905 orang, termasuk 376 orang diantaranya meninggal dunia. Jadi, pada dasarnya DBD adalah penyakit yang sangat umum di Indonesia.

Selain itu, virus zika juga mengancam masyarakat di Indonesia terutama ibu hamil yang bisa menyebabkan bayi lahir dengan bentuk kepala mengecil. Virus zika adalah virus yang proses penularannya melalui media nyamuk Aedes Aegypti. Masih satu famili dengan virus lain seperti virus penyebab penyakit demam berdarah, penyakit kuning, dan penyakit chikungunya. Dikatakan oleh dr. Margaretha Komalasari, Sp.A, Dokter Spesialis Anak dari RS Pusat Pertamina dan Brawijaya Women & Children Hospital, hingga kini belum ada obat atau vaksin yang dapat mengobati penyakit DBD maupun virus zika. Jenis pengobatan yang dapat dilakukan hanya bersifat suportif, yaitu istirahat yang cukup, perbanyak minum untuk mencegah dehidrasi, mengkonsumsi obat untuk mengurangi demam, serta makan makanan yang bergizi.


Bukan Fogging, Tanaman Ini Lebih Ampuh Usir Nyamuk dari Rumah

"Kedua penyakit tersebut memang saat ini mengancam di Indonesia, terlebih saat ini sedang musim hujan. Sampai sekarang belum ada obat atau vaksin yang bisa mengobati penyakit DBD maupun virus Zika. Yang bisa dilakukan adalah dengan pengobatan yang bersifat suportif yaitu dengan istirahat yang cukup, banyak minum air putih supaya tidak dehidrasi, minum obat untuk mengurangi demamnya dan makan makanan yang bergizi,"ungkap dr. Margaretha kepada Jitunews di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (1/6).

Selain itu, usaha pencegahan melalui 3M (mengubur, menguras, menutup) juga perlu terus dilakukan untuk memberantas sarang nyamuk. Tidak hanya orang dewasa, kasus pada anak-anak juga banyak yang terkena DBD. Untuk itu perlunya Anda sebagai orang tua menjaga kesehatan sang buah hati dan juga diri sendiri. Solusi lainnya untuk melindungi buah hati dari gigitan nyamuk adalah dengan mengoleskan produk anti nyamuk. Namun, sebaiknya hindari produk lotion anti nyamuk yang mengandung bahan kimia untuk anak usia di bawah 6 tahun karena dapat menyebabkan iritasi kulit.

"Penyakit DBD itu tidak hanya terkena oleh orang dewasa saja, namun juga banyak kasus yang terjadi pada anak-anak. Hal yang terpenting adalah melakukan 3M untuk mencegah terjadinya DBD maupun virus zika. Kalau untuk anak-anak sebaiknya oleskan produk anti nyamuk yang tidak mengandung bahan kimia," pungkas dr. Margaretha.

Kemenkes Bakal Terapkan Cukai pada Gula, Alasannya Mencengangkan!

Halaman: 
Penulis : Suciati, Syukron Fadillah