logo


Komunisme Kembali Muncul, Try Sutrisno Minta Buku Putih Dicetak Ulang

Try mengingatkan, pendidikan dan literasi adalah kunci membendung komunisme.

1 Juni 2016 11:52 WIB

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.
Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno menegaskan bahwa terbitnya buku-buku maupun pemikiran yang cenderung sepakat dengan ide-ide komunisme di tengah masyarakat menunjukkan bahwa pelaksanaan TAP MPRS XXV/1966 tentang pelarangan komunisme di Indonesia tidak dijalankan secara serius.

"Pendukung PKI tidak hanya menyebarkan literatur namun menggugat TAP MPRS XXV, menuntut NKRI di pengadilan internasional di Den Haag dan simposium terkesan memberi angin (terhadap kemunculan PKI)," kata Try dalam acara Simposium Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (1/6).

Try mengingatkan, pendidikan dan literasi adalah kunci membendung komunisme. Buku Putih yang diterbitkan pemerintah pada tahun 1994 adalah salah satu literasi yang bisa digunakan untuk menjelaskan bagaimana tindakan dan perencanaan PKI yang berupa makar bisa dilakukan.


Eva Kusuma Tegaskan PDIP Tak Mungkin Mendukung Komunisme

Sebagai informasi, buku putih atau yang secara resmi memiliki judul 'Gerakan 30 September (G30S/PKI): Latar Belakang, Aksi dan Penumpasannya' berisi tentang kronologi salah satu peristiwa berdarah dalam sejarah Indonesia itu serta penanganannya oleh pemerintah dan TNI.

"Tahun 1994 negara terbitkan buku putih, langsung habis di rak-rak toko buku, kenapa? yang membeli antek-antek PKI. Buku ini ditakuti makanya harus kita cetak kembali," imbuhnya.

Baginya, komunisme sewaktu-waktu bisa kembali muncul di tengah-tengah masyarakat.

"Seyogyanya, pemerintah harus menegakkan hukum pada simpatisan PKI. Ini bukan sekedar hobi, kita tahu PKI taktiknya sangat hebat, kalau kita lengah tahu-tahu paska reformasi mereka muncul kembali," ujarnya.

Caketum Golkar Ini Ingin Adopsi Sistem Partai Komunis Jika Terpilih Nanti

Halaman: 
Penulis : Arinaldo Habib Pratama, Vicky Anggriawan