logo


Rita Krisdianti, TKI di Malaysia Divonis Hukuman Gantung

Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia di Malaysia terancam hukuman gantung. Rita dituntut hukuman gantung karena diduga menyelundupkan sabu-sabu saat tengah berada di di Bandar Udara Internasional Bayan Lepas, Penang, pada 10 Juli 2013.

31 Mei 2016 09:27 WIB

Foto Rita Krisdianti, TKI yang terancam hukuman mati di Malaysia.
Foto Rita Krisdianti, TKI yang terancam hukuman mati di Malaysia. JIBI/Solopos/Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia di Malaysia terancam hukuman gantung. Rita Krisdianti dituntut hukuman gantung karena diduga menyelundupkan sabu-sabu saat tengah berada di Bandar Udara Internasional Bayan Lepas, Penang, pada tanggal 10 Juli 2013.

"Turut prihatin atas proses hukum yang menimpa TKI Rita Krisdianti yang didakwa dalam kasus narkoba di Malaysia. Saya menyambut positif berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam merespon kasus tersebut. Langkah pemerintah sesuai amanat kontitusi yakni memberi perlindungan terhadap warga negra Indonesia," ujar Anggota Komisi IX DPR RI, Okky Asokawati, melalui rilis yang diterima Jitunews.com, Selasa (31/5).

Kasus Rita Krisdianti ini yang terjadi pada tahun 2013 lalu, semestinya kata Okky, aparat pemerintah dapat melakukan pendampingan sejak kasus ini bergulir di awal. Langkah ini penting untuk memastikan proses hukumnya benar dan tepat.


Cegah Penyebaran Corona, Malaysia Terapkan Lockdown

Kata Okky, putusan pengadilan tingkat pertama dengan vonis hukuman mati, tentu jauh dari rasa keadilan bagi Rita Kriadianti karena sejak awal yang bersangkutan diketahui hanyalah dijebak dalam kasus narkoba dan human trafficking ini.

"Langkah pemerintah untuk banding dalam putusan tersebut, tentu harus diapresiasi positif," katanya.

Sementara itu, Direktur Mediasi dan Advokasi Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI, R Wisantoro, mengatakan Rita diduga dijebak mafia narkotika ketika seseorang menawari pekerjaan sampingan, menjual kain sari dan pakaian. Dia diterbangkan ke Delhi, New Delhi, dan menginap di ibu kota India itu. Seseorang menitipkan koper yang katanya berisi pakaian dan diminta membawanya ke Penang, Malaysia.

Saat Indonesia Berebut Rapid Test, Malaysia Justru Larang Warganya Gunakan Rapid Test

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan